Penuh Humor dan Kebijaksanaan: Simak 25 Kata Bijak dari Gus Dur - Tugujatim.id

Penuh Humor dan Kebijaksanaan: Simak 25 Kata Bijak dari Gus Dur

  • Bagikan
Gus Dur. (Ilustrasi: nu.or.id)
Gus Dur. (Ilustrasi: nu.or.id)

Tugujatim.id – Di bulan Desember ini seolah menjadi bulan khusus untuk kembali mengenang sosoknya yang penuh wibawa dan kesederhanaan. Gus Dur alias KH. Abdurrahman Wahid adalah salah satu Presiden RI dan tokoh bangsa yang dikenal dengan pemikiran pluralitas dan kecintaannya terhadap bangsa Indonesia. Banyak kata-kata bijak dari sosok Gus Dur yang patut kita jadikan teladan dalam hidup.

Sosok ulama besar yang pernah menjabat ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini seringkali diingat dengan kebiasaan beliau yang memberikan kata bijak dengan bumbu humor. Ada banyak karya-karya tulisan inspiratif Gus Dur yang termuat di media masa dan dari sinilah kita juga bisa membaca deretan kata bijak Gus Dur. Berikut beberapa diantaranya yang akan memberikan perspektif lain dalam kehidupan beragama dan berbangsa.

Baca Juga: 6 Tips Mudah Tetap Produktif Selama Akhir Pekan

  1. “Peran agama sesungguhnya membuat orang sadar akan fakta bahwa dirinya bagian dari umat manusia dan alam semesta.”
  2. “Tidak penting apa agama dan sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua manusia, maka orang tidak pernah tanya apa agamamu.”
  3. “Memuliakan manusia berarti memuliakan penciptanya. Merendahkan manusia berarti merendahkan dan menistakan penciptanya.”
  4. “Sabar itu nggak ada batasnya, kalau ada batasnya berarti nggak sabar.”
  5. “Dengan lelucon, kita bisa sejenak melupakan kesulitan hidup. Dengan humor, pikiran kita jadi sehat.”
  6. “Kemajemukan harus bisa diterima, tanpa ada perbedaan.”
  7. “Perbedaan itu fitrah. Dan ia harus diletakkan dalam prinsip kemanusiaan universal.”
  8. “Islam itu datang bukan untuk mengubah budaya leluhur kita jadi budaya Arab. Bukan untuk ‘aku’ menjadi ‘ana’, ‘sampeyan’ jadi ‘antum’, ‘sedulur’ jadi ‘akhi’. Kita pertahankan milik kita. Kita harus serap ajarannya, nukan budaya Arabnya.”
  9. “Berkat perbedaan, semuanya jadi terang benderang.”
  10. “Islam di Indonesia itu timbul dari basis kebudayaan. Jika itu dihilangkan, maka kemungkinannya ada dua, yaitu pertama kebudayaan akan mati, kedua Islam akan hancur. Pesan saya, jadilah pemikir yang sehat.”
  11. “Esensi Islam tidak terletak pada pakaian yang dikenakan, melainkan pada akhlak yang dilaksanakan.”
  12. “Jika kita merasa muslim terhormat, maka kita akan berpuasa dengan menghormati orang yang tidak berpuasa.”
  13. “Menyesali nasib tidak akan mengubah keadaan. Terus berkarya dan bekerjalah yang membuat kita berharga.”
KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. (Foto: nu.or.id)
KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur banyak memberikan teladan melalui petuah dan kata-kata bijak yang penuh kebijaksanaan. (Foto: nu.or.id)

Baca Juga: Mengenang Sosok Gus Dur: Pluralisme dan Cerita Tentang Papua

  1. “Tidak ada jabatan di dunia ini yang perlu dipertahankan mati-matian.”
  2. “Kalau Anda tidak ingin dibatasi, janganlah Anda membatasi. Kita sendirilah yang harusnya tahu batas kita masing – masing.”
  3. “Perbedaan dalam berbagai hal termasuk aliran dan agama, sebaiknya diterima karena itu bukan sesuatu masalah.”
  4. “Tuhan tidak perlu dibela, Dia sudah maha segalanya. Belalah mereka yang diperlakukan tidak adil.”
  5. “Sebuah masyarakat tanpa spritualitas hanyalah akan berujung pada penindasan, ketidakadilan, pemerasan, dan perkosaan, atas hak-hak sasi warganya.”
  6. “Negeri ini paling kaya di dunia tapi sekarang negeri ini menjadi melarat karena para koruptor tidak ditindak dengan tegas.”
  7. “Humor tidak bisa menjatuhkan pemerintah. Tetapi humor bisa membantu membusukkan suatu rezim.”
  8. “Saya tidak peduli, mau popularitas saya hancur, difitnah, dicaci maki, atau dituduh apapun. Tapi bangsa dan negara ini harus diselamatkan dari perpecahan.”
  9. “Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan Hoegeng.”
  10. “Marilah kita bangun bangsa dan kita hindarkan pertikaian yang sering terjadi dalam sejarah. Inilah esensi tugas kesejarahan kita, yang tidak boleh kita lupakan sama sekali.”
  11. “Sebenar apapun tingkahmu, sebaik apapun perilaku hidupmu, kebencian dari manusia itu pasti ada. Jadi jangan terlalu diambil pusing. Terus saja jalan.”
  12. “Kalau Anda tidak ingin dibatasi, janganlah Anda membatasi. Kita sendirilah yang harusnya tahu batas kita masing – masing.”

Nah, hal-hal itulah kata-kata bijak dari Gus Dur yang patut kita pelajari dan patut kita teladani.

 

Penulis: Andita Eka W
Referensi: dari berbagai sumber

  • Bagikan