5 Rekomendasi Novel Terbaik Karya Pramoedya Ananta Toer yang Wajib Kamu Baca! - Tugujatim.id

5 Rekomendasi Novel Terbaik Karya Pramoedya Ananta Toer yang Wajib Kamu Baca!

  • Bagikan
Pramoedya Ananta Toer. (Foto: Pinterest/Tugu Jatim)
Ilustrasi saat Pramoedya Ananta Toer membuat karya sastra. (Foto: Pinterest)

Tugujatim.id – Karya-karya sastra yang tak lekang oleh zaman kini tetap digemari oleh kaum milenial. Salah satunya karya sastra dari Pramoedya Ananta Toer.

Bagi para pencinta sastra Indonesia tentunya tidak asing lagi dengan nama Pramoedya Ananta Toer. Penulis kelahiran Blora pada 1925 ini menjadi salah satu penulis yang sangat berpengaruh di Indonesia. Cerita yang dia angkat untuk karyanya yaitu mengenai persoalan yang terjadi pada masa pra kemerdekaan, terutama pada penindasan dan perbudakan kepada para pribumi. Bahkan, dia berani menyuarakan aspirasi rakyat kecil melalui karyanya meski sering kali tersandung masalah hukum.

Pramoedya Ananta Toer telah menerbitkan lebih dari 50 karya sastra yang berupa novel dan terbit dalam 42 bahasa di dunia. Novel karyanya juga digunakan sebagai bahan ajar wajib dari beberapa sekolah serta universitas luar negeri.

Hebatnya lagi, Pramoedya Ananta Toer juga meraih penghargaan terbesar di kancah sastra internasional seperti Freedom to Write Award dari PEN American Center, Chevaluer de I’Ordre des Arts et des Letters dari Le Ministre de la Culture et de la Communication Republique Prancis, hingga New York Foundation for the Arts Award AS.

Kira-kira karyanya yang wajib Anda baca apa saja ya? Inilah rekomendasi dari Tugu Jatim yang wajib Anda baca terkait karya sastra novel Pramoedya Ananta Toer:

1. Tetralogi Bumi Manusia

Tetralogi ini diawali oleh Bumi Manusia dan berlanjut ke Anak Semua Bangsa, Jejak langkah, dan Rumah Kaca. Novel ini berlatar belakang pada zaman kolonial Hindia Belanda, di mana ada seorang lelaki bernama Minke yaitu seorang pribumi yang jatuh cinta kepada perempuan Belanda yang bernama Annelies Mellema.

Novel ini merepresentasikan kekuatan pribumi di tengah gempuran penjajah. Kisah Minke ini telah diadaptasi ke layar lebar dengan judul Bumi Manusia yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo.

2. Midah Simanis Bergigi Emas

Novel sastra yang cukup ringan untuk dibaca dan banyak pesan yang terselip pada novel ini. Menceritakan seorang perempuan yang tidak mudah menyerah dalam menjalani hidup. Midah ialah seorang penyanyi keroncong, tapi keluarganya menentang hal tersebut. Akhirnya Midah memutuskan untuk pergi dari rumah karena ingin memperjuangkan keinginannya menjadi penyanyi, meski pada saat itu dia tengah hamil 3 bulan.

3. Larasati

Novel ini berlatar belakang adanya perempuan bernama Larasati. Dia bercita-cita menjadi seorang aktris dan memutuskan untuk pergi ke Jakarta. Larasati yang sukses menjadi aktris cukup ternama, tak lantas membuatnya apatis pada kehidupan negara tempat dia tinggal yang semakin berantakan. Larasati berkontribusi pada revolusi dengan memanfaatkan kemampuan dan kemahirannya untuk melobi para pemangku kepentingan.

4. Arus Balik

Novel ini berlatar belakang kisah kerajaan di Indonesia pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Novel ini juga menceritakan tentang masa peralihan dari kerjaan Hindu-Buddha menjadi kerajaan Islam di Nusantara.

5. Gadis Pantai

Novel ini berlatar belakang pada masa penjajahan Belanda, di mana terdapat seorang gadis pantai yang berusia 14 tahun dinikahi oleh pembesar yang bekerja untuk Belanda. Bukannya bahagia, tapi dia harus menerima kenyataan bahwa selama menjadi istrinya tidak pernah dianggap.

  • Bagikan