8 Warga Malang Tertular Covid-19 dari Klaster Takziah

  • Bagikan
Salah satu petugas BPBD Kota Malang saat menyemprot desinfektan. (Foto: Rubianto/Tugu Jatim)
Salah satu petugas BPBD Kota Malang saat menyemprot desinfektan. (Foto: Rubianto/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 27 warga di Jalan Jaksa Agung Suprapto Gang 3, Rampal Celaket, Lowokwaru, Kota Malang, dites swab massal di Puskesmas Rampal Celaket, Senin (21/06/2021). Diduga, mereka terlibat kontak erat setelah mengubur pasien Covid-19 tanpa protokol kesehatan (prokes).

Hasilnya, 8 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sisanya, 19 orang dinyatakan negatif. Usai kejadian ini dilaporkan, petugas BPBD Kota Malang langsung ke lokasi untuk mensterilisasi dengan melakukan penyemprotan desinfektan.

Petugas BPBD Kota Malang saat sterilisasi di Jalan JA Suprapto Gang 3, Rampal Celaket, Kota Malang, usai 8 warga terpapar Covid-19 dari kegiatan takziah. (Foto: BPBD Kota Malang/Tugu Jatim)
Petugas BPBD Kota Malang saat sterilisasi di Jalan JA Suprapto Gang 3, Rampal Celaket, Kota Malang, usai 8 warga terpapar Covid-19 dari kegiatan takziah. (Foto: BPBD Kota Malang)

Pejabat RT-RW setempat pun langsung menerapkan kebijakan lockdown di kampungnya. Suhendro selaku Ketua RT setempat mengatakan, lockdown diberlakukan sepekan ke depan hingga situasi membaik.

”Ini kami lakukan sebagai antisipasi. Jika nanti selama sepekan ke depan masih belum kondusif, bisa jadi akan kami tambah masa lockdown-nya,” jelas dia mengonfirmasi.

Petugas BPBD menyemprotkan desinfektan di rumah-rumah warga. (Foto: BPBD Kota Malang/Tugu Jatim)
Petugas BPBD menyemprotkan desinfektan di rumah-rumah warga. (Foto: BPBD Kota Malang)

Sementara itu, Suhendro menerangkan, awal terjadinya klaster ini terjadi karena warga terlibat dalam penguburan warga yang meninggal tanpa prosedur Covid-19. Diketahui, pasien bernama inisial D ini meninggal akibat penyakit jantung. Tapi, dia tidak di-swab dan tidak dikubur sesuai prosedur Covid-19.

Dibantu warga, penyemprotan desinfektan dilakukan petugas agar Covid-19 tak semakin meluas. (Foto: BPBD Kota Malang/Tugu Jatim)
Dibantu warga, penyemprotan desinfektan dilakukan petugas agar Covid-19 tak semakin meluas. (Foto: BPBD Kota Malang)

Belakangan, usai takziah, tiba-tiba saja satu per satu warga jatuh sakit secara bertahap. Karena janggal, akhirnya dilakukan tes swab PCR terhadap 27 warga ini. Hasilnya, Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif mengatakan, hanya 8 orang yang terbukti positif Covid-19.

Delapan warga terpapar Covid-19, petugas BPBD langsung semprot desinfektan. (Foto: BPBD Kota Malang/Tugu Jatim)
Delapan warga terpapar Covid-19, petugas BPBD langsung semprot desinfektan. (Foto: BPBD Kota Malang)

”Dan 8 orang yang positif itu, 4 orang dirujuk di RS Lapangan dan 4 orang lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah,” terang Husnul.

 

 

  • Bagikan