MOJOKERTO, Tugujatim.id – Sebanyak 85.798 warga Kabupaten Mojokerto, Jatim, digelontor bantuan pangan. Bantuan berupa beras dan minyak goreng ini menyasar masyarakat dengan penghasilan rendah untuk menghadapi naik turunnya harga sembako di pasaran.
Bantuan pangan ini menjadi bagian dari kebijakan Badan Pangan Nasional untuk peningkatan perlindungan sosial. Penyaluran bantuan yang melibatkan Perum Bulog ini menyiapkan beras medium dan minyak goreng.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mengatakan, bantuan pangan ini merupakan alokasi untuk Oktober dan November 2025. Setiap penerima bantuan mendapat jatah 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng. Sementara, penerima bantuan tersebut mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial.
“(Bantuan ini) untuk meminimalkan dampak fluktuasi harga di pasaran,” terangnya melalui keterangan resmi, Sabtu (22/11/2025).
Buka Penggantian Nama Penerima Bantuan
Tidak hanya itu, mekanisme penggantian penerima bantuan juga dibuka bila ditemukan ketidakcocokan data penerima, seperti meninggal dunia, pindah tempat tinggal, tercatat ganda, alamat tidak jelas, masuk kategori mampu, atau menolak bantuan.
“Penggantian dapat disalurkan kepada calon penerima prioritas seperti lansia tunggal, kepala keluarga perempuan miskin, penyandang disabilitas, anggota keluarga 1 KK berstatus miskin, atau keluarga miskin lain yang belum menerima bantuan,” urai Bupati Albarraa.
Terpisah, Pemimpin Cabang Perum Bulog Mojokerto Muhammad Husin menambahkan, penyaluran bantuan ini menjadi bagian penugasan nasional untuk 18 juta lebih penerima bantuan di Indonesia.
“Penyaluran perdana dilakukan di Pacet dengan 4.911 penerima, termasuk 185 penerima di Desa Kembangbelor sebagai lokasi kegiatan,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








