• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tari remo.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat diwawancarai awak media setelah penerimaan Penghargaan Pemecahan Rekor MURI Tari Remo Massal pada Minggu (18/12/2022). (Foto: dok. Iwan for Tugu Jatim)

Pasca Pecahkan Rekor MURI, Pemkot Wajibkan Tari Remo Masuk Ekstrakurikuler Sekolah Se-Surabaya

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan kebijakan tari remo masuk sebagai ekstrakurikuler wajib untuk pelajar SD dan SMP. Penerapan ini dilaksanakan setelah Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mencatat 65.946 pelajar menari remo massal di 10 ikon bersejarah dan 2 jembatan di Kota Pahlawan.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, ekstrakurikuler tari remo akan diterapkan menjelang semester genap. Menurut dia, capaian Rekor MURI ini sebagai pembuka diwajibkannya ekstrakurikuler tersebut.

You might also like

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

19/06/2026 10:15 AM
Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

21/05/2026 3:32 PM

“Sejauh ini sebenarnya sudah ada ratusan lebih sekolah yang mempunyai ekstrakurikuler tari remo, tapi belum diwajibkan. Setelah ini akan kami rutinkan dan pendalaman soal tari tersebut,” katanya saat dikonfirmasi Tugujatim.id, Senin (19/12/2022).

Yusuf melanjutkan, dengan diwajibkannya sebagai ekstrakurikuler, harapannya remaja Kota Pahlawan ini lebih banyak memanfaatkan waktu untuk berkegiatan positif di sekolah. Selain itu, pelajar Surabaya ke depannya akan tahu nilai-nilai budaya dan filosofi dari tari tersebut.

“Dengan cara ini, maka nilai-nilai budaya secara tidak langsung tertanam sejak dini di dalam diri para pelajar,” ujarnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan, ketika tari remo menjadi ekstrakurikuler wajib, maka budaya asli Jawa Timur ini tidak akan mudah terlupakan. Dia yakin “Budaya Arek” bisa dipertahankan di Kota Surabaya.

“Boleh ada budaya asing di Surabaya, tapi budaya asli Jawa Timur yang menceritakan kepahlawan melawan penjajah ‘remo’ itu ada di hati mereka (pelajar). Saya yakin, kalau itu tertanam di hatinya para pelajar, maka akan memiliki pribadi yang kuat,” ucapnya.

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi ini menjelaskan, peran sekolah dalam memperkenalkan dan menjaga “Budaya Arek” di Kota Surabaya, dinilai mampu memastikan bahwa tari remo adalah salah satu budaya kebanggaan Arek-Arek Suroboyo.

Dia pun berpesan, masyarakat Kota Surabaya tidak boleh lupa dengan sejarah. Yakni harus memperkuat budaya lokal, terutama tarian dan adat istiadat.

“Seperti hari ini, kenapa kami gunakan 10 bersejarah di Surabaya. Karena kami ingin menanamkan jiwa kepahlawanan, bahkan tari remo massal ini juga digelar di halaman sekolah. Sebab, tari remo bukan dilihat dari kostumnya, tapi makna dari tari itu adalah filosofinya,” ujarnya.

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniEkstrakurikuler tari remoKota Surabaya hari iniPelajar Surabaya pecahkan Rekor MURIPemecahan Rekor MURI Tari Remo MassalRekor MuriRekor MURI Tari Remo MassalWali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

by Mochamad Abdurrochim
19/06/2026 10:15 AM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Memeluk erat sebuah takir, nasi bungkus daun pisang, mata Hartini (47) menatap hamparan ombak selatan Pantai Serang,...

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

by Mochamad Abdurrochim
21/05/2026 3:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dewan Kesenian Kota Malang (DKM) kembali menghadirkan ruang diskusi santai bagi para pegiat seni teater lewat agenda...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

DPRD Kota Malang Catat PR Krusial di HUT ke-112, Kemiskinan hingga Banjir Belum Tuntas

Klambi Indis dari Sudut Pandang Seni Kontemporer

by Darmadi Sasongko
10/04/2026 11:05 AM
0

Tugujatim.id - Klambi Indis, dari sudut pandang Seni Kontemporer ditulis oleh Dimas Novib S, Pengurus Dewan Kesenian Malang. Tulisan ini...

Next Post
Harga bumbu dapur.

Jelang Nataru, Harga Bumbu Dapur di Tuban Naik, Paling Signifikan Garam Dijual Rp40 Ribu Per Pack

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID