Tugujatim.id – Anda ingin membangun bisnis usaha clothing brand (pakaian bermerek), tentu saja kurang lengkap kalau tidak mengenal jenis-jenis sablon yang digunakan. Apa saja kira-kira jenis sablon clothing brand yang bisa membuat usahamu makin diminati masyarakat?
Semua pelaku usaha pakaian bermerek pasti memiliki produk andalan. Untuk mendukungnya, Anda perlu mengenal lebih dalam soal berbagai jenis sablon clothing brand dan tipe kain yang digunakan.
Biasanya para pelaku usaha berkiblat pada merek-merek yang sudah terkenal dengan kualitas kombinasi kain Cotton Combad 30s dan penggunaan tipe sablon plastisol. Yuk, simak berbagai tipe sablon agar referensi kamu makin bertambah.
Jenis Sablon Clothing Brand Terpopuler
1. Rubber

Jenis sablon ini memiliki tekstur yang elastis, mirip seperti karet. Selain daya tempel pada kain yang sangat baik, jenis sablon ini juga ramai digunakan karena biaya produksi yang cenderung lebih murah.
Jenis sablon berbasis dari tinta cair dan kombinasi air atau biasa disebut waterbased. Metode yang digunakan biasa disebut metode gesut atau manual screen printing. Namun di era saat ini, jenis ini mulai ditinggalkan karena munculnya tren jenis sablon yang baru.
2. DTF (Direct Transfer Film)

DTF merupakan salah satu teknik sablon yang ramai digunakan. Dengan tekstur yang sangat halus dan menempel sempurna pada kain, jenis sablon ini lumayan difavoritkan.
Metodenya dengan mencetak gambar pada selembar film, kemudian di-press ke kain dengan menggunakan alat press khusus sablon. Kelebihan dari jenis ini adalah pilihan warna yang tidak terbatas dan cocok untuk desain ukuran kecil karena sifatnya warna solid.
3. Plastisol

Nah, untuk jenis sablon yang satu ini bisa dibilang paling umum digunakan pada pakaian bermerek daripada jenis sablon lain. Selain biaya yang relatif terjangkau, kualitas plastisol sudah tidak diragukan lagi. Banyak brand terkenal menggunakan jenis sablon ini.
Plastisol terdiri dari campuran tinta cair dan minyak atau biasa disebut dengan oilbased. Tapi, sablon ini memiliki kekurangan yang lumayan vital yaitu tidak tahan terhadap panas (setrika). Namun jika dapat merawatnya dengan tepat, maka akan awet dan tahan lama.
Tipsnya adalah jangan setrika secara langsung pada bagian sablon, tapi gunakan alas seperti koran atau media lain yang bisa digunakan untuk melapisi bagian sablon.
4. Discharge

Melansir dari fitinline, jenis sablon ini memiliki kualitas yang baik dan terksesan premium. Sebab, hasil dari sablon ini memiliki tekstur yang halus dan rata dengan kain karena sifatnya yang menyerap pada serat kain.
Selain tekstur yang halus, sablon ini lebih susah untuk luntur atau retak. Namun, jenis ini tetap memiliki kekurangan yaitu turunnya akurasi warna tergantung pada warna kain yang digunakan. Di era sekarang, jenis sablon ini mulai banyak digunakan karena kesan premium yang dihasilkan.
5. Glow In The Dark

Bagi kalian yang ingin memiliki kesan unik pada desain pakaian Anda, jenis sablon ini sangat direkomendasikan. Dengan memakai tinta khusus, pada hasil sablon akan menghasilkan warna yang menyala jika berada di ruangan yang gelap.
Jenis sablon ini kurang diminati pelaku usaha khususnya para pemula karena biaya yang lebih mahal dan jenis sablon ini biasanya segmented.







