TUBAN, Tugujatim.id – Angka penduduk miskin Tuban pada 2022 mengalami penurunan 1,29 persen. Data sebelumnya 16,31 persen atau 178,05 ribu jiwa masih berada di garis kemiskinan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban mengarakteristikan pendidikan penduduk miskin yang menggambarkan bahwa sebagian besar usia 15 tahun ke atas masih memiliki tingkat pendidikan yang rendah.
“Tamat SD atau SMP, sebesar 56,06 persen,” ucap Kepala BPS Tuban Eko Mardiana dalam rilis resminya.
Mardiana, sapaan akrabnya, menuturkan, penduduk yang tidak tamat SD bahkan tidak bersekolah sebesar 24,30 persen.
“Sisanya berpendidikan di tingkat SMA ke atas, yaitu sebesar 19,63 persen,” terangnya.
Sementara itu, angka partisipasi sekolah penduduk miskin Tuban yang berumur 7-12 tahun tinggi. Demikian pula angka partisipasi sekolah miskin usia 13-15 tahun sebesar 95,06 persen. Namun, dari data itu dapat dilihat, penduduk miskin golongan umur 13-15 tahun masih ada yang tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.
Dia mengatakan, angka melek huruf pada 2022 untuk penduduk miskin Tuban berumur 15-24 tahun mencapai 100 persen.
“Angka melek huruf penduduk miskin usia 15-55 tahun sebesar 95,52 persen,” ujarnya.
Untuk diketahui, masyarakat miskin Tuban pada 2022 sebanyak 187,31 jiwa atau 15,91 persen dari jumlah penduduk. Persentase ini naik di tahun berikutnya karena pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Pada Maret tahun ini, angka kemiskinan turun menjadi 15,02 persen.








