• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi warga Bali. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Ilustrasi warga Bali. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Larangan-Larangan saat Hari Raya Nyepi di Bali

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Hari Raya Nyepi dijalankan bagi mereka yang menganut agama Hindu, terkhusus di Bali, yang jatuh pada Minggu (14/03/2021). Masyarakat Bali akan merayakannya dengan berdiam diri di rumah hingga sehari penuh.

Masyarakat desa khususnya umat Hindu atau yang non-Hindu dilarang keluar rumah, terkecuali dengan alasan yang mendesak atau sakit.

You might also like

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

21/07/2026 11:17 AM
Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

21/07/2026 10:00 AM

Tradisi dan kebudayaan yang terus dipegang sampai saat ini membuat Bali dijadikan singgahan bagi para pendatang atau tamu asing yang hanya sekadar menikmati suasa Nyepi di Bali.

Saat Hari Nyepi telah tiba, Pulau Bali akan terasa seperti kota mati, sunyi, dan sepi. Aktivitas perdagangan bahkan bandara hingga jalan tol akan ditutup selama satu hari tersebut. Karena secara etimologis, Nyepi berasal dari kata sepi atau sunyi, senyap, dan hening.

Di dalam perayaan nyepi di Bali, ada beberapa larangan-larangan yang harus dipatuhi masyarakat Bali, yaitu:

1. Amati Geni

Artinya, masyarakat dilarang menghidupkan api atau sumber cahaya dalam bentuk apa pun.

2. Amati Karya

Artinya, masyarakat dilarang untuk bekerja atau melakukan aktivitas dalam bentuk apu pun di dalam maupun di luar rumah.

3. Amati Lelungan

Artinya, masyarakat dilarang untuk bepergian ke luar rumah.

4. Amati Lelanguan

Artinya, masyarakat dilarang untuk mencari hiburan, berfoya-foya, dan melakukan hal semacamnya.

5. Dilarang Foto Selfie bagi Semua yang Datang di Bali

Peraturan tersebut tidak hanya berlaku untuk umum, tapi juga petugas-petugas adat harus mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan untuk tidak melakukannya pada Hari Nyepi.

6. Tidak Terlalu Mengeraskan Suara Azan bagi Umat Islam

Bagi agama lain seperti umat Islam yang biasa menjalankan salat di masjid, diimbau untuk tidak mengeraskan suara azan sampai keluar masjid serta warga yang ingin melaksanakan salat diminta pergi ke masjid dengan berjalan kaki.

Nah, itulah larangan-larangan selama Hari Nyepi di Bali. Tujuan perayaan Nyepi adalah memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta). Karena itu, ada beberapa aturan yang harus ditaati saat Hari Raya Nyepi.

Hari Raya Nyepi jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup.

Dalam adatnya, tiga atau dua hari sebelum Hari Raya Nyepi, umat Hindu melakukan penyucian dengan melakukan upacara Melasti atau disebut juga Melis/Mekiyis.

Pada perayaannya, segala sarana persembahyangan yang ada di Pura (tempat suci) diarak ke pantai atau danau, hal tersebut dipercaya bahwa laut atau danau adalah sumber air suci (tirta amerta) dan bisa menyucikan segala leteh (kotor) di dalam diri manusia dan alam. (Mila Arinda/ln)

Tags: Hari NyepiNyepi di BaliPerayaan Nyepi di BaliPuraUmat Hindu
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Next Post
Ilustrasi bocah tenggelam. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Niat Mengambil Mata Pancing di Dasar Sungai, Bocah Berusia 11 Tahun di Bojonegoro Tenggelam dan Meninggal

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID