• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kegiatan membatik untuk anak muda di Kampung Budaya Polowijen. (Foto : Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim) kampung wisata tematik di malang terancam bubar

Kegiatan membatik untuk anak muda di Kampung Budaya Polowijen. (Foto : Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Dihantam Pandemi, 6 Kampung Wisata Tematik di Malang Terancam Bubar

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News, Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 6 dari 21 kampung wisata tematik di Kota Malang gagal berkutik selama setahun pandemi. Jika terus begini, maka program pemberdayaan pariwisata disana terancam dibekukan dan mereka terancam bubar.

Hal ini diungkapkan Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Malang, Ki Demang Isa Wahyudi. Dari total 21 kampung wisata yang tergabung di Pokdarwis, hanya 15 kampung yang eksis.

You might also like

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

20/07/2026 3:30 PM
Jatim Park.

Dark Ride Mystery of Dungeon Jatim Park 1 Batu, Sensasi Jelajahi Lorong Misterius dengan Efek Visual Spektakuler

20/07/2026 3:10 PM

”Enam lainnya seolah mati suri dan terancam dibekukan kalau gak segera digerakkan lagi,” beber Ki Demang kepada awak media, Minggu (14/3/2021).

Enam kampung wisata tematik tersebut di antaranya adalah Kampung Keramat, Kampung Bambu Mewek, Kampung Gerabah Penanggungan, Kampung Putih, Kampung Rolak Indahku dan juga Kawasan Wisata Panawijen.

Sebabnya, kata Demang, selama ini di kampung-kampung yang memang semula kumuh ini jarang tersentuh oleh pemerintah, begitu juga oleh wisatawan. Ditambah lagi pembatasan-pembatasan selama pandemi membuat kampung wisata seolah tak berkutik.

Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Malang, Ki Demang Isa Wahyudi. (Foto : Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Malang, Ki Demang Isa Wahyudi. (Foto : Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

”Yang tergerak mungkin hanya Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ) saja, karena memang sudah jadi ikon awal pertama kali. Yang lain-lain mungsrep. Sudah kurang dana, kurang kegiatan dan akhirnya berdampak juga buat kreativitas, warganya,” jelasnya.

Menurut dia, dinas terkait di kepariwisataan perlu memberi perhatian lebih dalam hal ini. Selama ini, kampung wisata tematik memang digerakkan oleh masyarakatnya sendiri. Selama pandemi pun, Ki Demang mengklaim tidak ada perhatian khusus dari pemerintah terhadap nasib kampung wisata ini.

”Kalau bantuan dari pemerintah dalam bentuk infrastruktur, baik bentuk perawatan atau apa belum ada sama sekali. Bantuan yang ada hanya berupa sembako, itupun cuma sekali dan itu juga dari Kementerian, heran ya,” ujarnya.

Demang menambahkan, pemerintah selama ini juga hanya terpusat pada peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Sustainability), bimbingan teknis, serta workshop-workshop berkaitan dengan peningkatan dunia pariwisata.

“Kalau peningkatan kapasitas, saya kira Pemerintah Kota sudah lebih ya. Tapi untuk berbagai tantangan dan problema seperti infrastruktur, ketahanan pangan, bantuan modal dan lain sebagainya, itu belum,” bebernya.

Kendati begitu, dalam waktu dekat kampung wisata tematik di Kota Malang bisa agak bernafas lega. Pasalnya, Dinas Pariwisata akan memberi suntikan modal lewat gelaran event di 15 kampung wisata tematik.

Lebih jauh dari itu, jika bicara soal Kampung Wisata Tematik, memang harus melibatkan kerja lintas stakeholder. ”Bukan hanya dari Dinas Pariwisata saja, semuanya yang berwenang juga bisa terlibat membantu masyarakat,” harapnya.

”Dengan begitu, roda ekonomi pariwisata di Malang bisa kembali bergeliat dan juga ekonomi warga sekitar ikut tergerak,” pungkasnya. (azm/gg)

Tags: Kota MalangMalangPariwisataWisata
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

Jatim Park.

Dark Ride Mystery of Dungeon Jatim Park 1 Batu, Sensasi Jelajahi Lorong Misterius dengan Efek Visual Spektakuler

by Dwi Linda
20/07/2026 3:10 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Atraksi seru yang beragam dimiliki Jatim Park 1, Kota Batu, terdapat sebuah wahana yang menghadirkan pengalaman berbeda...

TPA Benowo

Kebakaran TPA Benowo Dipadamkan Lima Jam, Tumpukan Sampah Jadi Kendala Utama

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 2:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Banyaknya tumpukan sampah menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)...

Pertanian di Malang.

Wamentan Sudaryono Dorong Modernisasi Pertanian di Malang, 50 Gapoktan Terima Bantuan Mesin Panen dan Olah Tanah

by Dwi Linda
20/07/2026 2:02 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat modernisasi pertanian. Upaya memajukan pertanian di...

Next Post
Ilustrasi membaca buku dongeng yang banyak memiliki manfaat untuk tumbuh kembang anak. (Foto: Pixabay) manfaat membaca dongeng untuk anak

7 Manfaat Membacakan Dongeng untuk Anak yang Patut Anda Ketahui

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID