MALANG, Tugujatim.id – Ponpes Darul Hidayah Gus Hisa Al Ayyubi melaksanakan peletakan batu pertama wakaf sumur bor ke-2 di Jl Bareng Kartini Gang 3G, Klojen, Kota Malang, Senin (20/02/2023). Wakaf sumur bor ini berasal dari keluarga besar Nusantara Gilang Gemilang dan Asosiasi G-Coach Indonesia melalui Baitul Maal Hidayatullah (BMH).
Kegiatan peletakan batu pertama wakaf sumur bor ini dihadiri dan dilakukan Presiden Nusantara Gilang Gemilang drh Puguh Wiji Pamungkas MM, Ketua Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Malang Ustad Lukman Khakim, Founder Grounded Bisnis Coaching Coach Dr Fahmi, Pemkot Malang yang diwakili Kabag Kesra Ahmad Mabrur, dan para pejabat lainnya.
Pengasuh Ponpes Darul Hidayah Gus Hisa Al Ayyubi Gus Hisa dalam sambutannya mengatakan alasan gantinya nama panti asuhan menjadi pondok pesantren ini karena demi menjaga psikologis anak-anak. Namun sebelumnya, dia sudah membangun silaturahmi dan komunikasi dengan masyarakat soal pergantian nama itu.

“Dulu nama tempatnya panti asuhan, tapi namanya diganti dengan nama Pondok Pesantren Darul Hidayah karena demi menjaga psikologis anak-anak. Tapi sebelumnya kami sudah membangun silaturahmi dan komunikasi dengan masyarakat soal pergantian nama ini,” ungkapnya.
Dia juga mengatakan senang dengan adanya wakaf sumur bor kedua ini. Tentunya, ini akan sangat membantu anak-anak yang ada di pesantren.
“Kami tentu merasa senang dan berterima kasih karena adanya wakaf sumur bor ini. Mudah-mudahan membawa berkah,” ujar Gus Hisa.
Dia juga menyampaikan, dalam pembangunan sumur bor kedua ini untuk kenyamanan bagi para santri dan duafa yang berada di Ponpes Darul Hidayah Gus Hisa Al Ayyubi. Dia menjelaskan, setelah pembangunan sumur ini selesai bukan hanya anak santri saja yang bisa memakainya, tapi warga setempat juga bisa memanfaatkannya.

“Untuk pengeboran sumur yang pertama khusus bagi santri-santri yang ada di Ponpes Darul Hidayah Gus Hisa Al Ayyubi. Jadi untuk pondok ini emang khusus anak yatim piatu dan duafa. Makanya ketika lihat wakaf sumur kedua ini harus bersyukur karena nanti sumurnya bukan hanya untuk ponpes saja, tapi juga masyarakat bisa memakainya,” ujarnya.
Untuk sumber dananya, dia mengatakan, berasal dari kerja sama bersama Nusantara Gilang Gemilang yang kemudian disalurkan ke BMH. Nah, BMH menyalurkan ke pondok pesantren ini.
“Dana pembangunan pengeboran sumur ke-2 ini itu dari kerja sama dengan Nusantara Gilang Gemilang yang kemudian disalurkan ke BMH hingga ke pondok pesantren ini,” jelas Gus Hisa.
Pria asal Malang ini juga mengungkapkan bahwa proses pembangunan dalam pengeboran sumur dengan kedalaman lebih dari 40 meter ini menelan biaya sekitar Rp30 juta-Rp40 juta.
“Biayanya sekitar Rp30 juta-Rp40 juta dengan kedalaman sumur lebih dari 40 meter lebih. Belum nanti juga ada buat tandon. Jadi, bukan hanya pengeboran keluar air selesai, tapi juga ada tandonnya,” pungkasnya.
Menurut dia, target penyelesaian pengerjaan pengeboran sumur tersebut maksimal memakan waktu sekitar tiga minggu sampai satu bulan. Sebab, proses pengeborannya cukup rumit.
“Target pengerjaan selesai maksimal tiga minggu sampai satu bulan. Saat pengeboran pasti banyak batu sehingga itu membuat prosesnya memakan waktu cukup lama,” tuturnya.
Gus Hisa berharap semoga ke depannya pembangunan cepat selesai dan diberikan kelancaran. Selain itu, dia berharap agar santri-santri maupun anak yatim piatu bisa dibina di ponpes ini.
Sementara itu, Ketua Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Malang Ustad Lukman Khaki menyampaikan bahwa atas pertolongan Allah pihaknya mampu bersilaturahmi dengan Gus Hisa Ayyubi sehingga mendapatkan ilmu baru untuk pengeboran sumur.
“Setelah menjalin kerja sama dengan Ponpes Darul Hidayah Gus Hisa Al Ayyubi, kami membuat program sumber pemberdayaan yaitu dengan membangun sumur bor di beberapa pesantren. Ini merupakan program untuk proses pendidikan dan ekonomi,” ujarnya.

Sedangkan Presiden Nusantara Gilang Gemilang drh Puguh Wiji Pamungkas MM dalam sambutannya mengatakan, Nusantara nama untuk merangkul dan juga meningkatkan kapasitas UMKM dalam kontribusi untuk kegiatan sosial.
“Kami membuat ini untuk meningkatkan kapasitas UMKM dalam kontribusi untuk kegiatan sosial, termasuk dalam pembangunan sumur bor. Hal ini untuk membantu masyarakat dan pengusaha yang berkapasitas dalam membangun untuk pondok pesantren maupun masyarakat,” jelasnya.

Sambutan baik soal wakaf sumur bor ini juga disampaikan Polres Kota Malang diwakili Komandan Sumarno. Dia mengatakan, dibangunnya sumur tersebut dapat munculkan rasa nyaman untuk anak-anak pesantren. Selain itu, dia menjelaskan, juga bisa mengamankan lingkungan perdamaian dan kedamaian agar tetap terjaga.
“Semoga dibangunnya sumur ini bisa memberi rasa nyaman bagi anak-anak pondok pesantren. Jangan lupa tetap terjaga soal mengamankan lingkungan perdamaian dan kedamaian,” jelasnya.
Terakhir, Wakil Wali Kota Malang yang diwakili Kabag Kesra Ahmad Mabrur mengungkapkan bahwa pesantren merupakan pendidikan lengkap, baik itu secara moral maupun dengan pendidikan lainnya. Ahmad Mabrur juga berterima kasih kepada yang telah membantu mendidik akhlak generasi dalam pendidikan untuk pemberdayaan yang berintegritas. (M-6)







