• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kakek dan nenek AP yang selama ini merawat sejak kecil. (Foto: Rap/Tugu Jatim)

Kakek dan nenek AP yang selama ini merawat sejak kecil. (Foto: Rap/Tugu Jatim)

Pernah Mondok dan Bekerja Jadi Pencetak Batu Bata, Begini Kisah Hidup Pembunuh Pengusaha ATK Turen Malang

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Kasus perampokan dan pembunuhan sadis terhadap Rudi Jauhari, 48, pengusaha ATK terbesar di Kelurahan Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, ini menggemparkan masyarakat Malang. Sebab, pembunuhan yang dilakukan AP, 17, ini tergolong sadis dengan menyayat sekujur tubuh Rudi menggunakan cutter hingga kehabisan darah.

Nenek AP yang berinisial R, 60, menceritakan jika cucunya sejak bayi dititipkan kepada dirinya karena orang tuanya bercerai.

You might also like

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

05/06/2026 8:11 AM
Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM

“AP mulai bayi di sini semenjak ayah sama ibunya berpisah. Ibunya AP membawa adik-adiknya dan dia bersama saya di sini,” terangnya saat ditemui di kediamannya di Kecamatan Turen, Jumat (19/03/2021).

Sejak kecil, AP sebenarnya menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Dampit. Dia di sana belajar pendidikan agama sekaligus pendidikan umum di SMP.

“Dia saya pondokkan di Dampit, jadi di sana kan ada pondok pesantren yang juga ada sekolahnya. Saya gak punya uang buat menyekolahkan dia di sekolah umum, makanya saya bawa ke sana,” ungkap R kepada tugumalang.id, partner tugujatim.id.

Setelah keluar dari pondok pesantren, AP sebenarnya ingin sekolah di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Namun, dia tidak memiliki uang. Karena itu, dia melamar kerja di Toko ATK milik Rudi Jauhari.

“Dia itu sebenarnya ingin sekolah di Mutu (SMK Muhammadiyah Tujuh), tapi tidak ada uang dan harus punya motor sendiri (untuk transportasi). Makanya saya antar sendiri melamar di tokonya Pak Rudi buat ngelamar kerja dulu,” ungkapnya.

“Uang gaji dari Pak Rudi ini dia buat kredit sepeda motor sendiri. Dan kerja di tempat fotokopi itu dua tahunan karena tidak tetap di sana,” sambungnya.

Di tempat yang sama, kakek AP berinisial FH, 65, menuturkan jika selama bekerja di Toko ATK tersebut AP sering mengeluhkan kredit motor.

“Ketika kerja kadang juga mengeluh karena ambil sepeda di showroom dengan angsuran Rp 560 ribu per bulan. Tapi, dia kadang gak bisa bayar, jadi terkadang saya yang bayar meskipun hanya kerja jadi tukang cetak batu bata,” ujarnya.

“Namanya cucu ya, jadi saya bela-belain meski gimana pun dia,” imbuhnya.

FH menceritakan jika AP sebelum bekerja di Toko ATK pernah diajak bekerja sebagai tukang cetak batu bata. Tapi, dia berhenti karena fisiknya tidak kuat.

“Dulu pernah saya ajak bekerja sebagai pencetak batu bata, tapi dia gak kuat. Pernah juga kerja jual bakso sama sekolah juga,” ungkapnya.

Dia mengatakan jika terpaksa membuat AP bekerja karena tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.

“Karena saya juga keluarga ndak mampu, tenaga juga sudah tua,” ujarnya. (rap/ln)

Tags: Kasus pembunuhan pengusaha ATKKasus perampokan pengusahaPembunuhan sadisRemaja bunuh pengusaha
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:11 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jatim Jumat (05/06/2026) didominasi udara kabur dan berawan di banyak wilayah, dengan beberapa daerah dataran tinggi...

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Next Post
Humas PN Kepanjen Reza Aulia saat menjelaskan soal pembunuhan pengusaha ATK di Kabupaten Malang. (Foto: Rap/Tugu Jatim)

Usia Hampir 18 Tahun, Pembunuh Sadis Pengusaha ATK Turen Tetap Diadili di Persidangan Anak

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID