• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Dosen Kimia Unair Surabaya.

Dosen Departemen Kimia Unair Surabaya sekaligus tim insiator produksi membran hemodialisis Yanuari Raharjo. (Foto: dok. Unair Surabaya)

Inovasi Baru Dosen Kimia Unair Surabaya, Ciptakan Kali Pertama Pembersih Racun Gagal Ginjal lewat Membran Hemodialisis

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Dosen Departemen Kimia Unair Surabaya menginisiasi pengembangan riset membran hemodialisis pertama di Indonesia. Dosen Kimia Unair Surabaya ini mengklaim membran tersebut dinilai mampu membersihkan darah dalam tubuh pada pasien penderita gagal ginjal.

Membran hemodialisis adalah suatu membran yang digunakan untuk terapi hemodialisis. Fungsinya sebagai inovasi untuk membersihkan darah bagi pasien gagal ginjal. Namun, tidak semua jenis racun uremik dapat dibersihkan oleh membran hemodialisis.

You might also like

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

03/06/2026 3:53 PM
LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

03/06/2026 3:16 PM

Water-Soluble Uremic Toxins (WSUT), salah satu jenis racun uremik yang ada di dalam darah penderita gagal ginjal terbukti ampuh dapat dibersihkan oleh membran hemodialisis dengan menggunakan sistem low flux. Racun uremik lainnya, Middle-molecular uremic toxins (MMUT) juga dapat dibersihkan dengan sistem high flux.

Namun, ada salah satu jenis racun uremik yang sulit dibersihkan, yakni Protein-Bounded uremic toxins (PBUT). Karena racun tersebut harus dibersihkan dengan menggunakan sistem hemoperfusi.

Untuk diketahui, hemoperfusi memiliki banyak kekurangan bila diaplikasikan penderita gagal ginjal karena protein dalam darah yang masih diperlukan oleh tubuh kan terserap oleh adsorben yang menjadi pemeran utama dalam sistem hemoperfusi. Karena itu, dosen Kimia Unair Surabaya mengembangkan penelitian yang dinilai mampu membersihkan racun uremik WSUT, MMUT, dan PBUT dengan menggunakan inovasi Mixed Matrix Membran Adsorber (MMMA).

Dosen Kimia Unair Surabaya yang mengembangkan penelitian tersebut yakni Yanuardi Raharjo bersama para peneliti lainnya Prof Djoko Santoso, Mochammad Zakki Fahmi, Siti Wafiroh, dan lain-lainnya. Juga menggandeng peneliti dari Universiti Teknologi Malaysia Prof Datuk Ahmad Fauzi Ismail dan Prof Mohd Hafiz Dzafran Othman. Mereka tergabung dalam tim Membran Science and Technology Research Group (MSTRG).

“MMMA yang dikembangkan memadukan polimer sintetik polietersulfon dengan dsorben zeloit yang sudah dimodifikasi menggunakan teknik imprinting sehingga bisa meningkatkan selektivitas adsorben. MMMA yang kami kembangkan memiliki skala 50 persen untuk membersihkan WSUT, MMUT, dan PBUT,” kata Yanuardi.

Dia juga mengatakan, pengujian karakteristik membrane, performa membrane, hingga uji in vitro telah terindikasi dengan baik. Selain itu, inovasi MMMA ini telah menghasilkan beberapa publikasi di jurnal internasional bereputasi dan terindeks SCOPUS (Q3 hingga Q10) dan terpaten melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI.

“Selama ini membrane hemodialisis yang digunakan oleh pasien di Indonesia kebanyakan impor. Di Indonesia belum ada yang memproduksi membrane hemodialisis. Jadi, itulah kenapa kami menginisiasi untuk memproduksinya,” ujar Yanuardi.

Dia bersama tim berharap agar hasil penemuannya tersebut dapat bermanfaat bagi membranologis, internis kedokteran, dan nefrologi. Selain itu, dapat diaplikasikan pada penderita gagal ginjal dan aplikasi blood purification pada berbagai jenis penyakit umum.

Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

Pelanggaran Etik Sosial

Pelanggaran Etika Sosial Masih Marak, Tempat Umum dan Medsos Jadi Lokasi Dominan

by Mochamad Abdurrochim
02/06/2026 8:10 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pelanggaran etika sosial masih kerap ditemukan di tengah masyarakat. Tempat umum dan media sosial disebut menjadi lokasi...

Net Zero Campus.

Perkuat Transformasi, UM Inisiasi Kerja Sama Net Zero Campus dengan Climateworks Centre Monash University

by Dwi Linda
30/05/2026 11:19 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Universitas Negeri Malang (UM) menginisiasi kerja sama dengan program Net Zero Campus dari Climateworks Centre, Monash University,...

Next Post
Papandayan Cargo.

Ekspansi Jelang Ramadhan 2023, Papandayan Cargo Buka Cabang Baru di Kota Malang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID