• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi seni. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Ilustrasi seni. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Maruto Septriono; Antara Seniman Belajar Menghidupi Karya hingga Hidup dari Karya

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News, Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Masyarakat sering kali mengkonotasikan menjadi seorang seniman itu adalah pilihan jalan hidup yang sulit dan penuh liku. Tak jarang banyak seniman yang harus jatuh di tengah jalan karena tak sanggup dengan segala tempaan.

Karena itu, tugumalang.id partner resmi kumparan.com, partner tugujatim.id, melaksanakan acara ngobrol bareng Perupa Malang untuk membahas bagaimana seniman menghidupi karya sehingga seniman bisa hidup dari karya.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

“Bagaimana kami bisa hidup dari karya, kalau kami sendiri tidak mau menghidupi karya. Dalam arti itu kualitasnya, proses dari karya ke karya dan dari waktu ke waktu. Bagaimana karya itu sesuai dengan karakter yang kami ungkapkan. Cepat atau lambat, di kemudian hari si karya akan menghidupi si seniman itu sendiri,” terang perupa Malang Maruto Septriono saat ngobrol bareng tugumalang.id pada Jumat malam (26/03/2021).

a4d8101b d5f4 413e b81a b03c69507921

Maruto mewanti-wanti agar konsep itu tidak terbalik dan disalahpahami oleh para seniman, utamanya seniman muda yang baru mulai menjadi perupa.

“Kalau itu terbalik dan kami berusaha hidup dari karya, kami bakalan tidak bisa menghidupi karya. Karena terhenti, karena belum tentu karya itu bisa menghidupi senimannya, proses kami berhenti di situ,” tegasnya.

Karena konsep inilah yang sering kali membuat banyak seniman mulai putus asa dan memutuskan berhenti berkarya.

“Banyak permasalahan yang kompleks, seperti apa ukuran mau terkenal dan bisa menjadi nominal. Itu kan tidak ada standarnya, yang bisa menjadi standar adalah karya kami sendiri, bagaimana kami menentukan standar kualitas karya,” ungkapnya.

Perupa Malang Maruto Septriono saat ngobrol bareng tugumalang.id pada Jumat malam (26/03/2021). (Foto:Rap/Tugu Jatim)
Perupa Malang Maruto Septriono saat ngobrol bareng tugumalang.id pada Jumat malam (26/03/2021). (Foto:Rap/Tugu Jatim)

Pria yang tinggal di Pakisaji ini menitikberatkan agar seniman lebih fokus meningkatkan kualitas karyanya daripada mengejar popularitas.

“Misalnya kami melihat karya orang lain secara langsung, lalu dari situ bisa membuat karya yang tanding, dalam artian kalau dijejerkan karya itu tanding. Maka dengan sendirinya apa yang diimpikan akan hadir,” bebernya.

Dia melihat banyak seniman yang hanya fokus bermimpi, tapi sangat kurang membuat karya sehingga jalannya hanya di situ-situ saja.

“Banyak yang terbalik, mimpinya dibesarkan, sementara karyanya begitu-begitu saja. Tanpa pernah ada eksplorasi, diskusi, bagaimana standar kualitasnya, itu sebenarnya yang lebih penting. Sayangnya, pendekatan penghayatan seperti ini jarang dilakukan,” tandasnya.

“Semua orang boleh membikin mimpi dan harapan, tapi kalau tidak tercapai kan seperti yang saya omongkan tadi jadi rontok semua,” ujarnya. (rap/ln)

Tags: Berita perupa MalangKota MalangMaruto SeptrionoSeniman Malang
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Buruh migran di Taiwan yang mengalami kecelakaan kerja. (Foto: Istimewa/Tugu Jatim)

PMI asal Kalipare Meninggal karena Kecelakaan Kerja di Taiwan, Kadisnaker: Sedang Kami Selidiki

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID