MOJOKERTO, Tugujatim.id – Warga Mojokerto, Jawa Timur, menyambut Lebaran dengan berbagai cara. Selan berburu kebutuhan Lebaran seperti baju baru atau aneka jajanan, uang baru tak luput menjadi incaran. Warga pun mulai berburu jasa penukaran uang di jalan-jalan Mojokerto.
Seperti yang dilakulan oleh Alfi Zahrotul Muniroh. Warga asal Gedeg, Mojokerto itu berburu penukaran uang baru di sekitar Alun-alun Mojokerto.
Dia memilih menukarnya di dekat alun-alun karena jaraknya dekat dari rumah. “Tukar di alun-alun saja karena dekat rumah. Juga banyak penjual jasa penukaran jadi banyak pilihan,” kata Alfi, pada Selasa (11/4/2023).
Kata dia, penukaran uang dilakukan untuk memberi sangu kepada kerabatnya saat Lebaran nanti. Selain itu, momen Lebaran dia jadikan sebagai sarana berbagi, salah satunya dengan menberi uang baru. “Hitung-hitung buat ngasih sangu nanti pas Lebaran. Juga sambil berbagi,” imbuhnya.
Alfi mengaku, para penjual jasa mematok tarif yang bervariasi. Biaya jasa yang dia temui di lapangan berkisar antara Rp8-10 ribu. Bahkan, dia pernah menemui biaya jasa hanya sekitar Rp5 ribu di markeplace Facebook (FB). Namun karena lokasi penukaran yang jauh membuatnya mengurungkan niat.
“Rata-rata saya temui itu kalau nggak Rp8 ribu ya Rp10 ribu. Jadi kalau tukar uang Rp100 ribu nanti bayarnya Rp108 ribu atau Rp110 ribu, sekalian jasanya. Di FB juga ada yang lebih murah tapi jauh lokasinya,” terang ibu satu anak itu.
Senada dengan Alfi, Desi Lailatul Fitriyah juga mengaku sedang berburu uang baru. Bulan Ramadan yang hanya tinggal hitungan hari ini dia gunakan untuk persiapan Lebaran dengan maksimal.
“Niatnya tukar uang baru itu buat nyenengin kerabat, keluarga juga pas main ke rumah. Buat sangu anak-anak kalau ada yang berkunjung,” kata warga Mojokerto itu.
Pada Selasa (11/4/2023) saja, Fitriyah sudah menukarkan Rp200 ribu menjadi pecahan Rp5 ribu dan Rp10 ribu. Total sudah Rp400 ribu yang dia keluarkan untuk ditukar dengan uang baru. “Hari ini Rp200 ribu. Sebelumnya juga sama. Sengaja agak banyak soalnya keluarga pas Lebaran nanti banyak yang ngumpul,” imbuhnya.
Untuk lokasi penukaran uang baru, Fitriyah memilih menukarnya di area depan Pendopo Kabupaten Mojokerto.
Dia beralasan lokasi tersebut sudah familiar baginya. “Dulu sering tukarnya ya di sini (depan Pendopo Kabupaten Mojokerto). Karena sudah sering aja tukar di sini,” pungkas Fitriyah.








