PASURUAN, Tugujatim.id – Wabah penyakit lumpy skin disease (LSD) di Kabupaten Pasuruan semakin merebak luas. Selama dua pekan terakhir, jumlah kasus yang disebut penyakit lato-lato ini meningkat tajam.
Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan mencatat ada 69 kasus penyakit lato-lato pada akhir Mei 2023. Berselang sepekan, jumlahnya meningkat menjadi 138 kasus hingga 8 Juni 2023.
Hanya berselang empat hari, kasus penyakit lato-lato ini kembali meningkat hingga menjangkiti 193 ternak.
“Benar ada peningkatan, ternak yang dinyatakan positif LSD di Kabupaten Pasuruan saat ini ada 193 ekor,” ujar Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan Nur Alfiyah saat dikonfirmasi pada Senin (12/06/2023).
Wabah penyakit lato-lato ini sudah menyebar hingga 14 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan. Padahal, dalam dua pekan ke depan, umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha dengan menyembelih hewan ternak.
Alfiyah menyebut bahwa upaya pengobatan dan vaksinasi sapi terus digencarkan oleh Pemkab Pasuruan. Hasilnya, sebanyak 32 ekor sapi yang sempat positif LSD telah dinyatakan sudah sembuh.
“Kasus kematiannya juga rendah, hanya satu sapi mati akibat LSD,” ungkapnya.
Penyakit ini pun membuat banyak peternak sapi mulai resah. Sebab, penyakit yang membuat kulit ternak bentol-bentol ini menjadikan sapi sulit untuk dijual.
Bahkan, beberapa peternak rela menjual paksa ternaknya dengan harga yang anjlok jauh di bawah harga pasaran.
“Sementara ini tercatat ada enam sapi yang dijual paksa,” ujarnya.








