TUBAN, Tugujatim.id – Kericuhan antara polisi dengan warga Dusun Koro, Desa Pompongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, saat demo protes pembangunan pabrik pengering palawija pada Kamis (15/06/2023), berbuntut panjang. Penyebabnya, sejumlah awak media yang meliput peristiwa itu terkena imbas pukulan, bahkan diintervensi. Tidak mau berdiam diri, RPS Tuban pun wadul ke polres.
Anggota komunitas wartawan Ronggolawe Pers Solidarity (RPS) Tuban ini adalah Irqam dari Suaraindonesia.co.id; Dziki, jurnalis JTV; dan Khoirul Huda dari Ngopibareng.id. RPS Tuban wadul dan protes usai peristiwa tersebut menimpa jurnalis usai mendapat laporan.
Ketua RPS Tuban Khoirul Huda dalam pernyataannya mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan dan keberatan atas tindakan polisi dengan dugaan kekerasan maupun intervensi itu. Dia mengatakan, seharusnya tindakan petugas harus saling menghormati dan menghargai dengan masing-masing profesi.
“Kami tidak membenarkannya. Kami memiliki kode etik maupun panduan peliputan. Mana saja yang boleh atau tidaknya diliput, kami pasti tahu. Ini tidak, malah meminta adegan dalam peristiwa itu jangan ditayangkan, ini tidak boleh,” ucap pria yang bekerja di media Harian Bhirawa ini pada Jumat (16/06/2023).

Senada, Sekretaris RPS Tuban Dion Fajar saat bertemu dengan Waka Polres Tuban Kompol Palma Fitria Fahlevi menyampaikan hal yang sama. Sebelumnya, dia mengatakan, RPS juga sudah berdiskusi dan mengambil sikap atas tindakan petugas kepolisian.
Dia mengatakan, sebenarnya jurnalis yang menjadi korban pemukulan tidak mau memperpanjang kasus ini. Hanya saja, dia menjelaskan, protes ini sebagai bahan evaluasi internal Polres Tuban agar tidak terulang lagi.
“Kami juga memperhatikan polres sebagai mitra baik kami. Jadi, ini jadi bahan evaluasi dan pengingat bahwa tindakan seperti ini tidaklah benar,” ucap Dion yang bekerja sebagai jurnalis Trans 7 ini.
Sementara itu, Waka Polres Tuban Kompol Palma Fitria Fahlevi menyambut baik surat keberatan yang dilayangkan RPS. Dia mengatakan, ini sebagai pengingat jajaran di bawahnya bagaimana tindakan yang dilakukan jika terjadi kondisi serupa.
“Kami terima kasih atas masukan dan kritikan ini. Setelah ini, kami akan kumpulkan kabag, kasat, maupun kapolsek untuk mengingatkan bagaimana SOP maupun saat ketemu dengan media di kondisi seperti itu,” ujarnya.







