PASURUAN, Tugujatim.id – Ribuan ekor ikan koi dari seluruh penjuru Indonesia adu cantik dalam kontes Liga Koi Indonesia 2023, di Gor Untung Suropati, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Liga Koi Indonesia 2023 ini digelar selama tiga hari, mulai Jumat (23/6/2023) hingga Minggu (25/6/2023).
Berbagai jenis koi mengikuti lomba yang digelar Asosiasi Pecinta Koi Indonesia (APKI) ini. Mulai dari koi jenis showa yang memiliki tiga corak warna sisik dengan dominan warna hitam variasi merah dan putih.
Kemudian koi jenis kohaku yang memiliki sisik dominan warna putih dengan bercak merah. Adapula koi jenis sanke yang dominan warna putih dengan bercak warna hitam.

Ketua Umum APKI, Santoso (50) mengatakan bahwa kontes koi ini merupakan rangkaian agenda lomba ikan hias bergengsi di Indonesia. Nantinya para juara akan saling beradu poin memperebutkan piala presiden, hingga piala menteri.
“Nanti dari lomba di Pasuruan ini akan dipilih empat grand champion. Mereka nanti diakumulasi poinnya yang tertinggi memenangkan piala presiden dan menteri,” jelas Santoso, pada Minggu (25/6/2023).
Santoso mengatakan bahwa antusiasme para pencinta ikan hias asal Jepang ini sangat tinggi. Peserta kontes Liga Koi Indonesia 2023 ini membeludak. Panitia awalnya hanya menargetkan 1.300-an ekor koi peserta lomba. Namun sampai hari H, jumlah peserta terus bertambah hingga 1.665 ekor koi.
Bahkan tidak hanya dari Indonesia, ada pula peserta yang jauh-jauh datang dari Malaysia. “Kalau jumlah orangnya ada sekitar 363 peserta. Selain dari Jawa, banyak yang dari Kalimantan, Sulawesi, Bali, Sumatra. Bahkan ada yang dari Malaysia tapi daftarnya ikut Kalimantan,” ungkapnya.
Pria asal Jogja ini menjelaskan bahwa ada sejumlah kriteria untuk menentukan berkualitas atau tidaknya seekor koi. Ada beberapa kriteria dalam penjurian kontes koi sendiri.
Pertama adalah body ikan, di mana koi yang memiliki badan besar namun perutnya tidak buncit mendapat poin tinggi.
Kedua ketajaman warna, di mana batas garis antara corak warna yang satu dengan yang lain harus tajam dan jelas.
Ketiga skin quality atau kualitas sisiknya, harus bersih dan tidak ada cacat sedikit pun.
“Kalau harganya sendiri yang ikut kontes ini standartnya sekitar Rp300 juta sampai Rp500 juta,” jelasnya.
Novianita (48), salah satu peserta asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengatakan bahwa dirinya jauh-jauh ke pulau Jawa untuk ikut kontes koi bergengsi ini. Meskipun baru satu tahun menggeluti hobi koi, ia sudah sering ikut kontes.
Dia mengaku jatuh cinta dengan koi karena motif sisiknya yang indah. “Corak sisiknya itu cantik, kadang kalau saya lihat bentuknya seperti awan,” ujar Novi.
Novi mengakui merawat ikan hias asal Jepang ini memang cukup menguras energi. Mulai dari kebersihan air, tempat hidup, dan jenis pakan sendiri harus selalu diperhatikan. “Ikan koi agak lebih ribet dari ikan hias lain. Kalau mau sehat harus rutin kuras ganti air, supaya sisa-sisa kotoran yang mengandung zat amoniaknya hilang,” pungkasnya.
Reporter: Laoh Mahfud
Editor: Lizya Kristanti








