• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Petik laut.

Warga Masalembu saat petik laut "Rokat Tase" pada Selasa (18/07/2023). (Foto: dok Organisasi Rawatan Samudra)

Potret Tradisi Petik Laut Nelayan Masalembu, Jaga Laut Bentuk Rasa Syukur

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Organisasi Rawatan Samudra Desa Sukajeruk, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengadakan acara petik laut “Rokat Tase” pada Selasa (18/07/2023). Event petik laut ini sebagai tanda rasa syukur warga meminta keselamatan dan keberkahan kepada Tuhan.

Untuk diketahui, petik laut jadi tradisi budaya yang diwariskan oleh para leluhur untuk dijaga dan dihormati oleh generasi sekarang, terutama oleh para nelayan. Kemeriahan acara ini juga dihadiri langsung oleh kapolsek Masalembu, danramil Masalembu bersama tim angkatan laut KIARA, WALHI Jatim, dan LBH Surabaya. Mereka ikut men-support kegiatan tersebut dengan spirit memperjuangkan keadilan perikanan.

You might also like

Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

01/06/2026 10:33 AM
Surabaya Vaganza 2026

Surabaya Vaganza 2026 Tetap Meriah Meski Sempat Diwarnai Ancaman Hujan

17/05/2026 9:21 AM
Petik laut Masalembu.
Salah satu warga Masalembu menjalankan tradisi petik laut pada Selasa (18/07/2023). (Foto: dok Organisasi Rawatan Samudra)

Panitia dan Pengurus Rawatan Samudra Jailani menyampaikan, petik laut ini menjadi bukti tradisi yang perlu dirawat.

“Acara ini menjadi bukti bahwa kita sebagai bangsa yang berkebudayaan patut merawat tradisi dan mengambil makna yang terkandung. Mulai dari nilai moral, kerukunan, kekompakan, sosial, budaya, hingga agama,” katanya.

Petik laut di Masalembu.
Warga Masalembu doa bersama menjalankan tradisi petik laut pada Selasa (18/07/2023). (Foto: dok Organisasi Rawatan Samudra)

Tentunya, dia melanjutkan, semua harus mampu mengimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kita juga perlu menyadari nelayan memberi sumbangsih bagi perputaran ekonomi di Masalembu. Karena itu, nelayan sebagai garda terdepan dalam pemenuhan protein bagi masyarakat,” katanya.

Petik laut nelayan Masalembu.
Kemeriahan nelayan Masalembu saat petik laut pada Selasa (18/07/2023). (Foto: dok Organisasi Rawatan Samudra)

Di tengah gempuran alat tangkap modern, Jailani berharap pemerintah serius mengatur tata kelola di lingkungan kelautan dan perikanan.

“Ini sangat penting karena nelayan tradisional perlu dilindungi demi menafkahi kebutuhan keluarganya. Kita sebagai nelayan harus berjuang sendiri mempertahankan laut Masalembu dari alat tangkap yang merusak, cantrang (trawl), potasium, bom, dan alat yang merusak lainnya,” tuturnya.

Dia menjelaskan, lautan adalah warisan sebagai penghidupan generasi mendatang.

Petik laut nelayan di Masalembu.
Umbul-umbul para pendukung nelayan Masalembu menggelar petik laut pada Selasa (18/07/2023). (Foto: dok Organisasi Rawatan Samudra)

“Jadi, jangan biarkan laut Masalembu dieksploitasi dan dirusak, tentu produk dan penegakan hukum dari kebijakan pemerintah harus adil, terutama bagi nelayan tradisional. Laut adalah anugerah berharga, sumber penghidupan dan penentu keberlangsungan bangsa Indonesia, laut adalah masa depan yang harus dijaga bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Rawatan Samudra Matsehri juga menceritakan sejarah panjang pergerakan nelayan Masalembu dari era sekitar 1980 sampai sekarang dengan mengajak semua stakeholder menjaga laut.

“Laut Masalembu dijaga bersama sejak era 1980-an,” ujarnya.

Petik laut warga Masalembu.
Antusias warga Masalembu saat petik laut “Rokat Tase” pada Selasa (18/07/2023). (Foto: dok Organisasi Rawatan Samudra)

Direktur WALHI Jatim Wahyu Eka Setiawan menyampaikan, penyebab penurunan tangkapan nelayan ada tiga faktor. Pertama, kerusakan ekosistem laut Masalembu akibat alat tangkap yang merusak. Kedua, faktor keberadaan lalu lalang kapal besar yang tidak mematuhi prosedur serta tidak jelasnya zonasi membuat keberadaan ekosistem laut Masalembu terancam. Ketiga, faktor perubahan iklim menjadi ancaman bagi nelayan.

Terakhir, acara petik laut ditutup dengan pelepasan sampan rokat. Harapannya, semoga diberikan rezeki, keselamatan, dan dihindarkan dari bencana. Pesan penting untuk menjaga lautan demi generasi mendatang, bangsa ini bisa kembali menorehkan sejarah tinta emasnya sebagai negara maritim yang mampu mengelola laut dan memberikan kehidupan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Masalembu hari iniMasalembu hari iniNelayan Masalembu SumenepPetik laut MasalembuWarga Masalembu Sumenep
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

by Mochamad Abdurrochim
01/06/2026 10:33 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Dima Akhyar kini dipercaya menjabat Direktur Umum dan Keuangan PDP Kahyangan Jember. Namun, sebelum masuk jajaran direksi...

Surabaya Vaganza 2026

Surabaya Vaganza 2026 Tetap Meriah Meski Sempat Diwarnai Ancaman Hujan

by Mochamad Abdurrochim
17/05/2026 9:21 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Surabaya Vaganza 2026 berlangsung meriah pada Sabtu malam (16/05/2026) meski sempat dibayangi cuaca mendung dan ancaman hujan....

59 Biksu Thudong di Pasuruan

59 Biksu Thudong di Pasuruan Singgah di Klenteng Tjoe Tik Kiong

by Mochamad Abdurrochim
13/05/2026 10:16 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id – 59 Biksu Thudong di Pasuruan singgah di Klenteng Tjoe Tik Kiong, Kota Pasuruan pada Rabu (13/05/2026). Kedatangan...

Drama Korea underrated

10 Rekomendasi Drama Korea Underrated yang Jarang Dibahas, Tawarkan Cerita Realistis dan Menyentuh

by Mochamad Abdurrochim
04/05/2026 2:46 PM
0

Tugujatim.id – Drama Korea underrated sering kali luput dari perhatian, meski menghadirkan cerita yang lebih realistis dan emosional. Di tengah...

Next Post
Tingkatkan Kualitas, PSPM Unikama Bakal Kembangkan Pembelajaran Berbasis Multikulturalisme

Tingkatkan Kualitas, PSPM Unikama Bakal Kembangkan Pembelajaran Berbasis Multikulturalisme

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID