MALANG, Tugujatim.id – Beberapa hari belakangan, masyarakat di beberapa daerah di Malang raya kesulitan membeli tabung Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram di pedagang eceran. Bahkan di beberapa titik wilayah di Malang raya, warga sampai harus mengantre beberapa jam untuk bisa mendapatkan tabung LPG untuk memasak sehari-hari.
Menyikapi hal itu, Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan bahwa permintaan LPG 3 kilogram memang meningkat karena juga bertepatan dengan beberapa libur panjang. Peningkatan terjadi sebesar 2 persen. Meski demikian, kondisi penyaluran LPG 3 kilogram di Jatim dalam kondisi aman.
“Konsumsi LPG 3 kilogram di Jawa Timur rata-rata 1.515.000 tabung per hari dengan stok hari ini sebesar 26.314 MT atau sebesar 8,7 juta tabung sehingga ketahanan stok dan pasokan masih sangat aman,” kata Ahad, pada Kamis (27/07/23).
Guna meredam kelangkaan LPG, khususnya ukuran 3 kilogram, pihak Pertamina melakukan langkah antisipatif, yakni bekerjasama dengan pemerintah daerah (pemda) setempat melalui operasi pasar.
Pertamina juga melakukan sidak bersama terhadap pangkalan LPG dan pengecer atau konsumen yang tidak berhak dengan mengganti langsung tabung LPG 3 kilogram dengan Bright Gas.
“Kami mengapresiasi pemda yang turun langsung melakukan penindakan di level pengecer. Karena di level itu merupakan tanah pemda, apakah pendistribusiannya tepat sasaran atau tidak,” ucap Ahad.
Saat ini, Pertamina berdasarkan Keputusan Menteri ESDM 27 Februari sejak Maret sedang melaksanakan program subsidi tepat LPG. Pertamina mengimbau agar masyarakat bisa membeli LPG langsung di Pangkalan LPG.
“Tujuannya agar warga yang berhak terjamin mendapatkan LPG 3 kilogram dengan harga eceran tertinggi. Karena kalau di pengecer tidak ada yang bisa mengontrol penggunaannya untuk konsumen yang ditentukan,” jelas Ahad.
Ahad juga mengatakan, setiap warga yang membeli langsung ke pangkalan LPG 3 kilogram bisa membawa KTP yang untuk selanjutnya Nomor Induk Kependudukan (NIK) akan dimasukkan ke sistem subsiditepatlpg3kg, di mana nantinya info data tersebut akan terkoneksi dengan database P3KE dari Kemensos.
“Selama fase sosialisasi dan pendataan bagi yang tidak terdata tetap dilayani namun transaksinya akan dicatat terus NIK-nya untuk keperluan verifikasi dan pemutakhiran data,” pungkasnya.
Reporter: Yona Arianto
Editor: Lizya Kristanti








