SURABAYA, Tugujatim.id – Setelah disemayamkan dan lara umat menjalankan ibadah Misa, jenazah Uskup Surabaya Mgr Vincentius Sutikno Wisaksono bakal dimakamkan di Kediri pada Sabtu (12/08/2023).
Sebagaimana yang diketahui, kabar duka mengudara bagi umat Katolik di Surabaya dan Jawa Timur, salah satu imam Uskup Surabaya Mgr Vincentius Sutikno Wisaksono berpulang di usia 70 tahun karena kanker prostat pada Kamis (10/08/2023), pukul 10.29 WIB, di ICU Rumah Sakit St Vincentius a. Paulo (RKZ) Surabaya.
Pada sore hari, sekitar pukul 17.00 WIB, doa untuk jenazah Uskup Surabaya Sutikno dilakukan terlebih dahulu di Kapel RKZ sebelum disemayamkan di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus pukul 19.00 WIB hingga upacara penutupan peti sekitar pukul 22.00 WIB.
Jenazah Bapa Uskup masih berada di gereja untuk ibadah Misa Requime kembali pada Jumat (11/08/2023). Seluruh jemaat dan masyarakat dari lintas agama dipersilakan melayat. Sebab, jenazah Uskup Sutikno akan diantar menuju pemakaman di Pohsarang, Kediri, Sabtu (12/08/2023), sekitar pukul 11.00 WIB.
“Nanti Bapa Uskup akan diantar dari Surabaya menuju kompleks Pemakaman Pohsarang, Kediri, sekitar pukul 11.00 WIB,” kata Romo Keuskupan Dwi Joko.
Setiap di Pohsarang, Romo Joko mengungkapkan bahwa akan diadakan misa lagi untuk jemaat yang berada di sekitar Kediri yang tidak sempat menghadiri persemayaman di Surabaya.
“Diperkirakan di Pohsarang ada Misa juga karena umat di Kediri dan Blitar tidak bisa datang ke sini. Kemudian lanjut di pemakaman,” jelasnya.
Romo Joko menuturkan, tidak ada alasan khusus mengapa Uskup Sutikno bakal dikebumikan di kawasan Kediri. Sebab, kompleks Gereja Tua Pohsarang yang berada di kaki Gunung Wilis tersebut juga menjadi wisata religi bagi umat Katolik.
“Karena kami keuskupan Surabaya punya tempat di Pohsarang. Sudah cukup lama yang memang disiapkan untuk kami, ada khusus disediakan. Kalau meninggal kami dimakamkan di sana,” ujarnya.
Kompleks wisata religi Gereja Tua Pohsarang Kediri bukan hanya menjadi ibadah bagi umat Katolik, tapi juga menjadi tempat peristirahatan bagi romo-romo yang memiliki jasa besar untuk kegiatan kegerejaan.
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








