MOJOKERTO, Tugujatim.id – Sistem promosi-degradasi (promdeg) menjadi pilihan PS Mojokerto Putra (PSMP) saat mengawasi pemain. Utamanya pengawasan tersebut diberlakukan untuk pemain yang ikut seleksi pada Selasa (24/10/2023) dan Rabu (25/10/2023).
Head coach PS Mojokerto Putra Lulut Kistono mengatakan, promdeg yang dimaksud untuk melihat perkembangan pemain. Dengan demikian, asa kemungkinan pemain yang tidak sesuai dengan skema pelatih dapat tercoret.
“Karena nanti juga ada beberapa agenda uji coba. Nah, pas uji coba sekalian kami melihat pemain mana yang bagus dan cocok. Selain itu, sebelum uji coba juga ada pemusatan latihan,” beber coach Lulut, Jumat (27/10/2023).
Pemusatan latihan ini akan efektif berlaku sejak 1 November 2023. Selain itu, pemain yang mengikuti pemusatan latihan akan digembleng dengan berbagai menu latihan lima kali dalam sepekan. Namun, hitungan lima kali ini tidak berdasarkan deretan hari dalam sepekan.
“Jadi, bisa saja Senin latihan dua kali. Selasa latihan satu kali. Rabu satu kali. Pokoknya hitungannya lima kali. Bukan lima hari,” imbuh Lulut.
Meski sudah mendapatkan bentuk kerangka tim, tapi Lulut mengaku belum mencapai titik final dari skuad yang dia idamkan. Maka promdeg menjadi pilihan untuk memantau para pemain.
“Kalau kerangka kami sudah dapatkan. Ada beberapa gambaran jelas yang sudah didapatkan. Tapi, semua tetap melihat perkembangan selama latihan nanti dan uji coba,” terang pelatih asal Surabaya ini.
Sementara itu, selama pemusatan latihan nanti tetap terbuka peluang adanya pemain lain yang menjadi pengisi skuad The Lasmojo. Sebab, peluang tersebut terbuka seiring dengan skema promdeg yang dipilih.
“Maka dilihat performa para pemain. Kalau ada yang kurang sesuai dengan skema, maka bisa saja tercoret,” tambah Manager PS Mojokerto Putra Ramzy Okbah.
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








