• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi buku bajakan. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi buku bajakan. (Foto: Pixabay)

IKAPI Jatim Menelaah Upaya Penerbit dalam Mencegah Pembajakan Buku di Era Digital (1)

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Praktik pembajakan buku masih banyak ditemui di era kontemporer, apalagi majunya teknologi digital membuat pembajakan buku kian hari kian subur saja, baik untuk buku cetak maupun elektronik. Sedangkan penegakan hukum yang meregulasi soal hak cipta, tidak dapat berkutik sedikit pun. Dalam giat melawan pembajakan, Pengurus Bidang Humas dan Hukum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jatim Dr Jonaedi SHI MH menegaskan bahwa pembajak buku mengakses bebas produk buku yang dijual Google Book dan Google Play, lantas mencetak dan menjual ulang.

“Sekarang era digital, memang praktik-praktik pembajakan buku itu masif karena keterbukaan informasi digital. Mereka bisa mengakses dengan leluasa, bisa beli lewat Google Book atau Google Play yang dibeli digital, lalu dibajak,” terang Dr Jonaedi pada Tugu Jatim melalui daring Selasa (25/05/2021).

You might also like

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM
Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

04/06/2026 1:00 PM

Jadi, untuk merespons persoalan pembajakan buku semacam itu, IKAPI Jatim perlu mengedukasi dan menyosialisasikan pada masyarakat terkait jual-beli buku bajakan yang dilarang, hingga nilai-nilai tak menghargai hak cipta penulisnya.

“Langkah penting yang perlu dilakukan IKAPI Jatim, mengedukasi para pembaca atau masyarakat tentang perbukuan, khususnya di Jatim. Bagaimana kita menghargai penulis dan menghargai penerbit,” sambungnya.

“Nah, dua poin itu menjadi penting agar masyarakat sadar bahwa apa yang dilakukan oleh pembajak buku adalah tindakan yang tidak sama sekali menghargai para penulis dan penerbit,” imbuhnya.

Dr Jonaedi percaya, bila mulai menggiatkan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat untuk tidak membeli atau menikmati murahnya buku bajakan, penjual-penjual dan oknum buku bajakan akan berhenti dengan sendirinya.

“Nah, ini kalau ada edukasi yang dilakukan secara masif, kemudian masyarakat sadar, lambat laun aktivitas pembajakan buku (semacam itu, red) bisa diminimalisasi,” ujarnya pada Tugu Jatim.

Penegakan Hukum Perbajakan Buku

Perlu diketahui oleh pembaca, Dr Jonaedi menegaskan bahwa sudah ada UU yang mengatur terkait hukuman yang diberi pada pembajak buku. Dr Jonaedi mengatakan, semua bentuk regulasi dan hukuman sudah tertulis rapi, tapi masih saja banyak oknum yang mencari peruntungan di pembajakan buku.

“Sebenarnya undang-undang terkait pembajakan itu sudah ada, sudah lama sekali UU No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, di mana ancaman hukuman untuk para pembajak itu kan hukuman penjara 2 tahun dan denda Rp 500 juta,” jelasnya.

Selain itu, Dr Jonaedi mengatakan, sisi lemah dari ekosistem perbukuan yakni terkait penegakan hukum pada oknum-oknum pembajakan buku. Hal itu juga membuat Dr Jonaedi heran, apakah barang bukti yang membuat sulitnya hukum pembajakan buku itu ditegakkan.

“Tapi, lemahnya itu di aspek penegakan hukumnya kalau saya lihat, aturan hukum memang ada, tapi aturan ini tidak dapat dilaksanakan dengan maksimal, terutama untuk pembajakan buku,” jelasnya.

“Nah, saya kurang memahami kenapa para penegak hukum ini cenderung kesulitan dalam penegakan hukum di pembajakan buku. Setahu saya yang juga praktisi di bidang hukum barangkali ini sulit menemukan alat bukti yang secara nyata buku bajakan itu dilakukan oleh para pelaku, kemudian juga mungkin kurang laporan dari penerbit terkait buku bajakan,” imbuhnya.

Seharusnya penegak hukum dan penerbit buku memiliki sinergi satu sama lain. Agar kasus-kasus pembajakan buku, Dr Jonaedi menjelaskan, dapat diselesaikan dan ditegakkan dengan mudah dan adil.

“Karena rata-rata ini kalau sepengetahuan saya, para penerbit itu malas melakukan laporan terkait buku-buku mereka yang dibajak sehingga seharusnya memang ada sinergi antara penegak hukum dan penerbit,” tuturnya.

Tags: Berita buku bajakanIKAPI JatimJawa TimurKota SurabayaPembajakan bukuPenerbit bukuPenulis buku
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Harga telur di Bojonegoro.

Harga Telur di Bojonegoro Merosot 3 Hari Berturut-turut, Pedagang Untung Peternak Buntung

by Dwi Linda
04/06/2026 12:03 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bojonegoro merosot dalam beberapa hari terakhir. Kondisi harga...

Next Post
Diskusi di serambi Masjid Jami’ Pondok Pesantren Syekh Abdurrahman Rabah, Sumedangan, Pademawu, Pamekasan, Jumat malam (21/05/2021).(Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Mustasyar PWNU Jatim KH Zuhri: Ekonomi Itu Bukan Inti Ibadah, tapi Penompang Suksesnya Ibadah

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID