JEMBER, Tugujatim.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri, banyak kegiatan yang dilakukan, khususnya oleh umat muslim. Mulai dari mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan hari raya hingga melakukan perjalanan menuju kampung halaman atau mudik Lebaran.
Nah, mudik Lebaran menjadi tradisi tahunan di Indonesia menjelang Hari Raya Idulfitri. Mudik dilakukan oleh sebagian orang yang memiliki tempat tinggal atau kerja yang jauh dari tempat di mana keluarga besarnya berada.
Orang yang mudik tidak jarang harus menempuh perjalanan panjang sehingga memiliki kemungkinan terjadinya perubahan pola makan dan berdampak buruk terhadap kesehatan. Selain itu, kemungkinan terburuk lainnya yang berdampak besar akibat kurangnya kesehatan yang memadai saat mudik Lebaran, yaitu terjadinya kecelakaan di perjalanan.
Karena itu, penting untuk selalu menjaga kesehatan saat mudik. Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember (Fikes Unmuh Jember) Dr Wahyudi Widada SKp MKed akan membagikan tips untuk menjaga kesehatan saat mudik Lebaran agar dapat terjaga dari kemungkinan serangan penyakit.
Tips Sehat saat Mudik Lebaran
Pertama, tips yang dikemukakan oleh Wahyudi untuk menjaga kesehatan saat mudik diharapkan agar menghindari makanan atau minuman dengan kadar gula yang tinggi dan hindari konsumsi karbohidrat yang berlebihan. Hal tersebut berguna untuk mengontrol agar gula darah tidak naik sehingga kadar insulin tetap stabil.
Upaya pembatasan konsumsi makanan maupun minuman manis tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit diabetes. Khususnya saat Lebaran, dengan sajian berbagai macam hidangan menggugah selera, terkadang kita terlena untuk memakannya sehingga jumlah makanan dan minuman yang disantap terlalu banyak sehingga dapat menentukan kesehatan saat mudik.
Wahyudi juga menyatakan, penyakit diabetes dapat terjadi kepada siapa saja, tidak pandang umur dan tidak hanya diderita oleh orang dewasa, tetapi anak-anak juga dapat mengalami penyakit diabetes.
“Anak-anak sekolah dasar sudah ada yang terkena diabetes. Padahal, usia normal penyakit diabetes ada di rentang usia 40-50 tahun,” jelasnya.
Selain itu, saat mudik, orang-orang cenderung mengonsumsi minuman isotonik maupun suplemen yang mengandung aspartam tinggi serta bahan kimia lainnya. Di mana bahan-bahan tersebut dapat mengakibatkan kerusakan pada organ, khususnya pada ginjal.
Karena itu, Wahyudi memberi alternatif minuman agar tidak mudah lelah saat perjalanan mudik, yaitu dengan meminum kopi murni tanpa gula. Selain itu, pemudik juga dapat istirahat dengan memanfaatkan rest area yang ada.
Perjalanan jauh biasanya identik dengan masalah mabuk perjalanan meski merupakan reaksi yang normal dari tubuh yang bersifat kondisional, Wahyudi menyarankan agar melakukan beberapa cara, yaitu dengan bekam basah pada tubuh. Jika tidak dapat dilakukan, bisa dengan bekam kering atau disebut dengan kerokan.
Terlepas dari upaya itu semua, Wahyudi menegaskan agar selalu menghindari kebiasaan yang dapat merusak kesehatan tubuh. Bulan puasa dapat dijadikan acuan kesehatan sehingga setelah puasa, jangan kembali kepada kebiasaan buruk lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati









Comments 1