SURABAYA, Tugujatim.id – Jemaah haji yang hari ini tiba di Embarkasi Surabaya sebanyak lima Kloter (Kelompok Terbang). Empat kloter dari Kabupaten Bojonegoro dan satu kloter dari Kabupaten Lamongan. Masing-masing kloter berjumlah 366 jemaah haji dan lima petugas haji.
Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim) memastikan kedatangan empat Kelompok Terbang (Kloter) jemaah haji Embarkasi Surabaya asal Kabupaten Bojonegoro di Asrama Haji berjalan lancar.
“Alhamdulillah mulai pagi tadi kehadiran kloter 01 sampai 04 dari Kabupaten Bojonegoro berjalan dengan lancar,” kata Mufi Imron Rosyadi, Plt Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Sabtu (11/5/2024).
Meski begitu, Imron menemukan beberapa catatan kecil yang menjadi evaluasi Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya.
“Tapi ada beberapa catatan yang langsung kita sikapi dengan rapat singkat evaluasi dan kita menindaklanjuti supaya pelayanan berikutnya makin lancar,” ucapnya.
Salah satunya ada terjadi sedikit penumpukan jemaah haji. Namun, Imron menegaskan jika masalah tersebut segera diatasi oleh petugas untuk memberikan kenyamanan kepada jemaah terutama kalangan lanjut usia (Lansia).
“Di awal tadi masih ada penumpukan yang kita sikapi supaya tidak terjadi di kloter berikutnya dan itu supaya lebih tertib dan kita atur sedemikian rupa dan MC dan semuanya kita kontrol, beberapa stakeholders kita ajak bicara bagaimana pelayanan supaya bisa lebih tertib, nyaman, dan mengesankan lansia,” jelasnya.
Tetapi menurutnya hal itu wajar mengingat para jemaah membutuhkan waktu untuk penyesuaian diri sebagai jemaah yang pertama kali menunaikan ibadah haji.
“Memang itu tahapan awal adalah memang tahapan penyesuaian, jemaah rata-rata baru pertama kali haji dan datang ke asrama. Pada dasarnya relatif lancar,” jelasnya.
Berdasarkan pantauannya, makanan jemaah haji Embarkasi Surabaya sudah dijamin kesehatan dan kenyamannya. Terutama pada lansia yang diutamakan makanan lunak.
“Kita sudah cek di tempat makan, posisi lauk, lansia makanannya lebih lunak. Ayamnya juga sudah disuwir dan masaknya berbeda jadi lebih enak untuk dimakan untuk jemaah lansia,” terangnya.
Imron juga menegaskan jika petugas tidak menemukan barang-barang yang dilarang dibawa pada kloter 01 hingga 04.
“Sementara di saya tidak ada. Alhamdulillah hal-hal semuanya lancar, tidak seperti sebelumnya. Mudah-mudahan seterusnya begitu, membawa kesadaran kepada jemaah yang lain bahwa hal-hal yang dilarang untuk dibawa sudah diminimalir di daerah,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Izzatun Najibah
Editor : Darmadi Sasongko








