TUBAN, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban mengalokasikan anggaran jumbo sebesar Rp19 miliar untuk proyek penataan dan revitalisasi Alun-Alun Tuban. Harapannya, proyek ini dapat meningkatkan kualitas ruang publik, menjadikan alun-alun sebagai pusat kegiatan masyarakat yang lebih ramah lingkungan dan estetik.
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky kepada awak media menyampaikan, proyek penataan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan ruang publik yang memadai dan nyaman.
“Alun-Alun Tuban adalah jantung kota yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai kalangan. Dengan penataan yang baik, kami berharap alun-alun dapat menjadi ikon kebanggaan Tuban yang dapat dinikmati oleh semua warga,” ujarnya.
Baca Juga: Sebulan Jelang Iduladha, Harga Kambing di Tuban Mulai Merangkak Naik
Anggaran sebesar Rp19 miliar, dia mengatakan, akan digunakan untuk berbagai aspek penataan, termasuk perbaikan infrastruktur, penghijauan, penambahan fasilitas umum, tempat anak-anak bermain dan berkreasi.
“Selain itu, juga ada space untuk lokasi UMKM memasarkan produknya. Rencana berada di sebelah utara,” kata ketua DPD Partai Golkar ini.
Selain menyediakan untuk UMKM dan ruang kreasi, di sekitar Alun-Alun Tuban itu juga akan dipercantik. Mulai dari paving, pagar, hingga trotoar akan dibenahi. Khusus trotoar di bagian barat akan diperlebar. Jadi akan memudahkan akses pejalan kaki khususnya peziarah ke Makam Sunan Bonang maupun ke Masjid Agung Tuban.
“Jadi memang kami rencanakan juga meniadakan pagar agar tidak terkesan sempit. Pun melebarkan trotoar yang berada di sisi barat,” ujarnya.
Baca Juga: Visual Memuaskan! Bocoran Review Smartphone Realme C65: HP Kaya Fitur dengan Spesifikasi Unggul
Setelah Alun-Alun Tuban dibangun dengan fasilitas yang mumpuni, tujuan selanjutnya adalah akan membuat ruang publik ini bisa terkoneksi dengan wisata pantai dan pasar sore.
“Makanya pasar sore juga rencana untuk direnovasi, tapi bukan tahun ini,” tutupnya.
Sampai kemarin, total ada sebanyak 45 peserta lelang di laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Tuban. Setidaknya ada dua penawar terendah dari pengerjaan proyek dari APBD 2024 ini. Pertama PT Lancarjaya Karya Abadi Group dengan nominal Rp16,7 miliar dan PT Defani Energi Indonesia Rp18,8 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati









Comments 2