• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Timbunan sampah di bantaran sungai Sidoarjo, diamati langsung saat Ekspedisi Sungai Nusantara di Perairan Sidoarjo Jawa Timur oleh River Warrior Indonesia, Brigade Evakuasi Popok, Ecoton, dan lain-lain. (Foto: Ecoton)

Timbunan sampah di bantaran sungai Sidoarjo, diamati langsung saat Ekspedisi Sungai Nusantara di Perairan Sidoarjo Jawa Timur oleh River Warrior Indonesia, Brigade Evakuasi Popok, Ecoton, dan lain-lain. (Foto: Ecoton)

Kala Sidoarjo Dikepung ‘Banjir’ Sampah Plastik dan Apa yang Patut jadi Solusinya?

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SIDOARJO, Tugujatim.id – Gunungan sampah plastik tampak masih ditemukan di beberapa sungai di wilayah Sidoarjo. Hal tersebut seakan menunjukkan bahwa upaya pengendalian pembuangan sampah di Sidoarjo masih rendah. Banyaknya limbah plastik tersebut terpantau dalam “Ekspedisi Sungai Nusantara” yang dilakukan oleh para pegiat lingkungan di 7 sungai di Sidoarjo.

Koordinator Brigade Evakuasi Popok Azis SH menegaskan bahwa 7 sungai yang dipakai sebagai tempat ekspedisi, semua telah tercemar sampah plastik dan rumah tangga. Hal itu membuat perlu menerapkan desa ‘zero waste’.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

“Dari 7 sungai yang terpantau dalam Ekspedisi Sungai Nusantara menunjukkan semua sungai (di Sidoarjo, red) dipenuhi dengan sampah plastik. Sehingga perlu menerapkan ‘Zero Waste’,” tegasnya, Jumat (09/06/2021).

Di sisi lain, Azis juga menjelaskan bahwa banyak dari warga Sidoarjo yang masih membuang sampah di kali, sungai, atau bantaran perairan di Sidoarjo. Hal itu, menurut Azis, justru merupakan dampak dari rendahnya kepedulian pemerintah dalam menyediakan tempat sampah yang ideal untuk warga.

Sampah plastik yang ditemukan River Warrior, Pos Koordinasi Keselamatan Korban Lumpur Lapindo (PoskoKKLuLa) dan Brigade Evakuasi Popok dalam Ekspedisi Kali Porong. (Foto: Dokumen/Ecoton)
Sampah plastik yang ditemukan River Warrior, Pos Koordinasi Keselamatan Korban Lumpur Lapindo (PoskoKKLuLa) dan Brigade Evakuasi Popok dalam Ekspedisi Kali Porong. (Foto: Dokumen/Ecoton)

“Warga membuang sampah tersebut karena pemerintah tidak menyediakan sarana pembuangan dan tempat sampah bagi warga. Sehingga warga membuang sampah ke sungai,” ungkapnya.

Lebih jauh, Azis mengungkapkan bahwa di tingkat pedesaan di Sidoarjo harus ada pengelolaan sampah dalam sistem TPS 3R. Pembagian tempat sempah semacam itu bermanfaat agar lebih mudah memberi kategori pada sampah yang bisa didaur ulang dan dapat melakukan pengelolaan limbah rumah tangga dengan baik.

“Harusnya di setiap desa menyediakan sarana pengelolaan sampah. Misalkan seperti tempat sampah terpilah, transportasi, dan tempat pengolahan, pemilahan dan pamanfaatan sampah,” jelasnya melalui daring pada Tugu Jatim.

Dilanjutkan oleh Delegasi Koordinator River Warrior Indonesia Aeshnina Azzahra bahwa dirinya dan berbagai organisasi yang peduli lingkungan sudah menegaskan dan menyampaikan aspirasi pada pemerintah untuk menangani sampah plastik semacan itu.

“Kami sudah mengingatkan pemerintah untuk lebih serius menangani sampah plastik sekali pakai yang banyak keleleran di sungai, tanggul dan pinggir jalan,” ungkapnya.

Selanjutnya, Nina pun memberi pengakuan bahwa beberapa bulan yang lalu, telah mengirim surat kepada pemerintah untuk memperhatikan timbunan sampah ilegal di Sidoarjo. Tapi, hingga kini masih belum mendapat respon dan jawaban.

“Dalam suratnya River Warrior Indonesia, merekomendasikan 3 hal untuk mengendalikan sampah plastik di sungai-sungai Sidoarjo,” jelasnya.

“Pertama, perlunya membuat kebijakan pelarangan atau pengurangan pemakaian plastik sekali pakai (tas kresek, sedotan, sachet, botol plastik, styrofoam dan popok, red),” imbuhnya.

Selain itu, Nina juga menegaskan poin kedua yakni mendorong desa untuk menjalankan program ‘zero waste’ dengan membangun sistem pengelolaan sampah di desa-desa tepi sungai, sehingga sampah warga akan terangkut dan terkelola di TPS 3R.

“Mengembangkan wisata-wisata di lokasi pedesaan, dengan basis pelestarian sungai (berbagai aliran air yang ada di wilayah tersebut agar terbebas dari pencemaran sampah plastik, karena bakal ada perawatan lokasi wisata secara rutin, red),” pungkasnya.

Tags: EcotonKabupaten Sidoarjolimbah plastikpencemaranpencemaran lingkunganRiver Warrior Indonesiasampah plastiSidoarjosungai
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Seorang pembeli kuliner Sego Penjara tengah mengangkat piring dan menunjukkan menu yang melegenda. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Kuliner Sego Penjara, Masakan 'Kampungan' dari Malang yang Mendunia

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID