Tugujatim.id – Jepang dikenal sebagai negara maju yang handal dalam bidang sains dan teknologi modern. Salah satu pilar utamanya adalah kebiasaan baik orang Jepang seperti etos kerja tinggi dan etika yang ditanamkan sejak dini.
Hal ini menjadi fondasi bagi masyarakat Jepang yang memiliki produktivitas tinggi dan tingkat kriminalitas yang rendah.
Setiap negara memiliki budayanya masing-masing, termasuk Indonesia. Namun, masih banyak kebiasaan masyarakat dalam berperilaku yang perlu ditingkatkan agar tercipta lingkungan yang lebih teratur, sejahtera, dan maju.
Budaya dan Kebiasaan Baik Orang Jepang yang Dapat Ditiru
Kebiasaan-kebiasaan ini tidak hanya membantu meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga membangun karakter dan nilai-nilai positif bagi individu dan masyarakat. Berikut adalah beberapa kebiasaan baik di Jepang yang bisa kita terapkan dalam keseharian:
- Disiplin Waktu
Ketepatan waktu di Jepang bukan sekadar kebiasaan, melainkan budaya yang dihormati dan dijunjung tinggi. Menghargai waktu orang lain menjadi salah satu hal yang sering dilakukan. Ketepatan waktu ini tertanam dalam berbagai aspek kehidupan, seperti jam kerja dan janji temu.
Berbeda dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang sering kali terlambat ketika menghadiri acara atau janji temu. Hal ini akan membuang-buang waktu dan merugikan orang lain.
- Aidzuchi
Aidzuchi merupakan tata krama yang dilakukan untuk menghargai lawan bicara dengan memperhatikan dan mendengarkan mereka. Masyarakat Jepang biasanya merespon lawan bicara dengan berkata “Hai!” “sou desu ka” yang berarti “iya” dan “oh begitu”. Kebiasaan tersebut menggambarkan rasa menghormati dan menghargai orang lain ketika berbicara.
- Menjaga kebersihan
Jepang termasuk salah satu negara paling bersih di dunia. Mayarakat Jepang sejak dini telah diajari untuk selalu bertanggung jawab atas segala tindakannya.
Bagi sebagian besar masyarakat Jepang, aktivitas sehari-hari seperti memasak dan bersih-bersih dianggap sebagai bagian dari rutinitas spiritual karena diyakini dapat membawa ketenangan, kedamaian, dan keselarasan dengan alam. Selain itu, para siswa juga diajari tanggung jawab untuk membersihkan ruang kelas setelah menyelesaikan pembelajaran.
- Gemar jalan kaki dan transportasi umum
Masyarakat Jepang memiliki kebiasaan yang sehat, yaitu senang berjalan kaki dan menggunakan transportasi publik. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga membantu mengurangi polusi. Kebiasaan ini juga didukung dengan peran serta pemerintah dalam memberikan fasilitas trotoar yang memadai bagi pejalan kaki dan transportasi umum seperti kereta yang nyaman dan terjangkau.
- Menjaga sopan santun
Kesopanan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Jepang. Hal ini terlihat dari kebiasaan mereka membungkuk saat menyapa, mengucapkan terima kasih (arigatou gozaimasu), dan meminta maaf (sumimasen). Kebiasaan ini menunjukkan rasa hormat dan penghargaan terhadap orang lain.
- Minat baca yang tinggi
Hal ini terlihat dari minat masyarakat terhadap berbagai jenis buku yang tinggi. Dilansir dari detikEdu laman resmi OECD menunjukkan bahwa Jepang merupakan negara tertinggi ke-3 terkait literasi masyarakat, sedangkan Indonesia berada di urutan 70 dari 80 negara. Budaya membaca ini menjadi salah satu faktor penting dalam kemajuan Jepang di berbagai bidang.
- Etos kerja tinggi
Etos kerja tinggi merupakan ciri khas masyarakat Jepang. Mereka dikenal dengan dedikasi, kegigihan, dan semangat pantang menyerah dalam bekerja. Pola pikir ini telah tertanam sejak dini, di mana mereka dididik untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan menyelesaikan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab. Tidak heran, Jepang dikenal sebagai negara yang maju dalam bidang sains dan teknologi modern
- Kejujuran
Kejujuran menjadi nilai moral yang dijunjung tinggi dalam budaya Jepang. Hal ini terlihat dari kebiasaan mereka selalu berkata jujur dan bertanggung jawab atas perbuatannya. Tingginya tingkat kejujuran di Jepang dibuktikan melalui berbagai cerita di sosial media yang bercerita tentang bagaimana pengalaman mereka memiliki barang yang tertinggal atau hilang di tempat umum dan ketika kembali ke tempat tersebut, barang tersebut masih berada di tempat semula, tidak ada yang mengambilnya.
Nilai-nilai kebiasaan dan budaya baik yang ada di Jepang patut dicontoh dan diadaptasi untuk membangun masyarakat yang lebih baik. Semoga bermanfaat!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Maynda Cessaria N. P. (magang)
Editor: Imam Abu Hanifah








