TUBAN, Tugujatim.id – Suasana Stadion Tuban Sport Centre pada Selasa (30/7/2024) malam tidak hanya dipenuhi sorak-sorai laga final Sepak Bola Porkab VIII antara Tim Kecamatan Bancar dan Tim Tambakboyo. Tetapi hiruk-pikuk pertandingan diwarnai pemandangan deretan spanduk bernada protes yang dibentangkan para suporter Persatu Tuban.
Para pendukung Persatu Tuban, yakni klub sepak bola yang memiliki sejarah panjang bagi Kabupaten Tuban, membentangkan sejumlah spanduk di berbagai sudut stadion. Spanduk tersebut berisi pesan menuntut perhatian dari para pihak terkait.
‘Persatu ada pada pundakmu Mas, Stadion disewakan Persatu dilupakan, Kami bicara Persatu kalian bicara politik. Pemkab? Askab PSSI? Dan Pemilik Saham?” demikian deretan tulisan dalam spanduk.
Humas Aliansi Suporter Persatu Tuban, Anto Kaka menjelaskan aksi tersebut merupakan bentuk keprihatinan sekaligus perjuangan para suporter yang lama mendukung tim kebanggaannya.
“Selama ini kami mati-matian berjuang untuk Persatu Tuban agar bisa kembali tampil di Liga Indonesia. Ini bukan hanya untuk kebanggaan kami sebagai suporter, tapi juga untuk masyarakat Kabupaten Tuban secara keseluruhan,” ujar Anto dengan penuh semangat.

Anto Kaka menambahkan, mereka tidak mempermasalahkan penggunaan stadion untuk kegiatan lain, seperti yang terjadi awal tahun ini saat stadion digunakan oleh Persela Lamongan untuk babak 12 Besar Liga 2 karena stadion Surajaya Lamongan sedang dalam perbaikan.
“Kami memahami bahwa stadion harus disewakan untuk menutupi beban anggaran perawatan dan gaji pegawai. Kami juga tidak mempermasalahkan kerja sama dengan Persela dan para suporter lainnya. Yang kami harapkan adalah pihak-pihak terkait bisa memahami keinginan kami,” jelas Anto.
Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Tuban, Budi Sulistiyono mengungkapkan, SSI tengah mencari solusi untuk masalah ini. Sebenarnya Tuban sudah memiliki klub besar dengan basis fans yang fanatik. Namun, masih ada miskomunikasi yang perlu diatasi.
“Kami berharap Persatu bisa berpartisipasi dalam kompetisi Liga 3 Jatim tahun ini,” kata Budi.
Budi mengatakan, jika negosiasi untuk memasukkan Persatu ke dalam kompetisi Liga 3 tidak membuahkan hasil, pihaknya akan mempertimbangkan untuk membentuk klub baru sebagai alternatif agar talenta muda di Kabupaten Tuban tetap bisa terwadahi.
“Jika nanti tidak ada solusi dan negosiasi buntu, kami akan membentuk tim baru untuk menampung potensi talenta muda di Ronggolawe,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








