• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Suhu Jawa Timur

Infografis Panas Maksimum wilayah Jatim (bmkg.go.id)

Masyarakat Diimbau Waspada! Cuaca Ekstrem Jawa Timur Suhu Tertinggi Tembus 37,2°C

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Cuaca Ekstrem Jawa Timur, gelombang panas terasa di Provinsi Jawa Timur dengan suhu maksimum mencapai 37,2°C di beberapa wilayah. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, suhu maksimum tertinggi tercatat di Lamongan pada 16-17 September 2024.

Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk gerak semu matahari, perubahan iklim dan fenomena urban heat island di daerah perkotaan.

You might also like

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

05/06/2026 8:11 AM
Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Kelas III Tuban, Zem Irianto Padama menyampaikan, kondisi suhu yang panas ini disebabkan oleh posisi matahari yang mendekati khatulistiwa.

“Pada September, matahari bergerak mendekati khatulistiwa. Sekitar tanggal 21 September, matahari akan berada tepat di atas garis khatulistiwa, yang membuat wilayah-wilayah di sekitar Jawa Timur mengalami suhu maksimum yang lebih panas dari biasanya,” jelasnya, Selasa (17/09/2024).

Suhu Jawa Timur
Infografis Panas Maksimum wilayah Jatim (bmkg.go.id)

Selain itu, fenomena urban heat island atau pulau panas perkotaan turut memperparah kondisi di daerah-daerah padat bangunan seperti Surabaya dan Mojokerto. Pada Daerah perkotaan, suhu cenderung lebih tinggi dibandingkan pedesaan karena jumlah bangunan yang padat, kurangnya vegetasi, dan efek rumah kaca. Surabaya sendiri mencatatkan suhu tertinggi kedua setelah Lamongan, dengan angka mencapai 35,2°C di Stasiun Maritim Perak II.

Perubahan iklim global juga menjadi penyebab meningkatnya suhu maksimum di wilayah ini. Efek pemanasan global telah berdampak pada pola cuaca ekstrem di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

“Perubahan iklim menyebabkan udara semakin kering dan panas, terutama selama bulan September hingga Oktober,” ungkap Zem.

Ia juga memperingatkan bahwa kondisi ini akan terus berlanjut selama periode tersebut, sehingga masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan bijak dalam beraktivitas di luar ruangan.

Selain Lamongan dan Surabaya, daerah lainnya yang turut mengalami suhu maksimum ekstrem adalah Mojokerto, dengan suhu mencapai 34,9°C, dan Situbondo di angka 34,3°C. Sementara itu, Tuban mencatatkan suhu maksimum sebesar 33,5°C.

BMKG Jawa Timur memberikan beberapa himbauan penting kepada masyarakat, terutama mereka yang tinggal di daerah dengan suhu maksimum yang tinggi.

“Kita harus menghindari dehidrasi dengan minum air yang cukup, menggunakan tabir surya, dan menghindari paparan sinar matahari langsung,” tambah Zem.

Selain itu, BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di hutan dan lahan.

Bagi masyarakat di wilayah pedesaan, BMKG mendorong penggunaan air bersih dengan bijak, mengingat kondisi cuaca kering yang berpotensi memperparah masalah kekurangan air. Pengelolaan sumber daya air yang baik menjadi hal penting dalam menghadapi suhu panas yang ekstrem ini.

Berdasarkan prediksi BMKG, suhu maksimum di Jawa Timur diperkirakan akan terus meningkat hingga matahari bergerak lebih jauh ke selatan, sekitar bulan Oktober. Di bulan tersebut, wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara akan mengalami suhu yang semakin tinggi.

Suhu Jawa Timur 1
foto ilustrasi panas matahari (Pixabay)

Zem menegaskan, kondisi seperti ini memang sudah menjadi siklus tahunan akibat gerak semu matahari. Namun, dengan adanya perubahan iklim, kita mungkin akan menghadapi kondisi yang lebih ekstrem di tahun-tahun mendatang.

Bagi masyarakat yang merencanakan aktivitas luar ruangan, BMKG mengimbau untuk memonitor terus informasi cuaca terkini. “Penting bagi masyarakat untuk mengikuti perkembangan cuaca melalui kanal-kanal resmi BMKG,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Mochamad Abdurrochim

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: BMKGBMKG Kelas III TubanJawa TimurLamonganMojokertoSurabayaTuban
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:11 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jatim Jumat (05/06/2026) didominasi udara kabur dan berawan di banyak wilayah, dengan beberapa daerah dataran tinggi...

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Next Post
Karhutla

Terapkan Status Darurat Karhutla! Mojokerto Rawan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID