MOJOKERTO, Tugujatim.id – Skuad asal Kabupaten Mojokerto untuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2024 memang sudah berlatih selama beberapa hari. Namun, komposisi skuad Popda Kabupaten Mojokerto yang ideal masih belum juga terbentuk.
Hal ini terlihat dari total 28 pemain yang ikut latihan, tim pelatih belum mencoret sama sekali guna finalisasi komposisi tim untuk menuju Popda 2024.
Padahal, waktu persiapan menuju popda kian mepet. Namun, tim pelatih skuad Popda Kabupaten Mojokerto juga tengah mempertimbangkan beberapa faktor kala memilih pemain yang ideal. Terutama soal usia dan kualitas individu agar skuad yang terbangun tidak timpang.
Baca Juga: PKB Tuban Solid Dukung Pasangan Luman, Target Menang 57 Persen di Pilgub Jatim
“Rata-rata usia anak-anak kelahiran 2007, kebanyakan rata usianya. Masih di bawah 17 tahun. Namun secara kualitas hampir merata untuk semua lini,” ujar salah satu tim pelatih Fanani pada Sabtu (21/09/2024).
Tapi, beberapa pemain yang dipandang potensial ternyata duduk di kelas XII. Padahal, maksimal pemain yang boleh ikut popda adalah pemain yang duduk di kelas XI. Hal tersebut membuat tim pelatih harus memutar otak untuk menentukan komposisi terbaik.
“Hal itu membuat tim pelatih butuh waktu untuk berdiskusi. Kami juga berharap agar secepatnya komposisi ideal terbentuk agar persiapan kami matang nanti,” tandas Fanani.
Baca Juga: Gresik United Menang Telak, Lumat Rans Nusantara 3-0 di Kandang
Sebelumnya, ada seleksi skuad Popda Kabupaten Mojokerto yang diikuti 450 peserta dari sekira 40 lebih sekolah tingkat SMA sederajat serta SMP sederajat. Seleksi yang berlangsung pada Juli lalu sempat memunculkan 34 nama yang lolos.
Tapi pasca muncul perubahan regulasi, tim pelatih terpaksa mencoret beberapa nama sehingga hanya tersisa 28 pemain. Puluhan pemain ini kemudian mengikuti latihan rutin sejak pekan lalu di Stadion Gajah Mada Mojosari.
’’Semoga akhir September, komposisi skuad sudah lengkap dan tinggal memantau saja,’’ ujar Fanani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








