MALANG, Tugujatim.id – Fasilitas water station di Stasiun Malang dapat digunakan secara gratis oleh para pengguna jasa Kereta Api. Fasilitas ini sekaligus untuk mengurangi penggunaan botol plastik sebagai salah satu langkah untuk mencapai Net Zero Emission (NZE).
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengungkapkan berbagai aksi nyata dilakukan KAI Daop 8 Surabaya untuk menerapkan ESG seperti penyediaan fasilitas water station gratis di Stasiun Malang. Tersedianya fasilitas tersebut juga merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta bagian dari inisiatif untuk mendukung gaya hidup sehat di kalangan pelanggan.
“Para pelanggan jasa moda transportasi kereta api dapat menikmati air minum yang aman dikonsumsi dan berkualitas secara gratis, sambil membentuk kebiasaan baik dengan membawa botol minum sendiri,” kata Luqman Arif dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/10/2024).
PT KAI Daop 8 Surabaya, kata Lukman, konsisten mengedepankan prinsip-prinsip Environment, Social, Governance (ESG) dalam menjalani bisnis sehingga dapat menciptakan ekosistem transportasi berkelanjutan. Pihaknya mengajak para pelanggan kereta api di Stasiun Malang untuk mulai membiasakan diri membawa botol isi ulang atau tumbler sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah plastik. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, untuk lingkungan yang lebih baik.

Saat ini per Oktober 2024 KAI Daop 8 Surabaya telah menyediakan 4 unit fasilitas Water Station yang tersedia di area ruang tunggu Stasiun Malang untuk mengakomodir para pelanggan kereta api yang memerlukan air minum saat berada di stasiun.
Penggunaan water station di stasiun wilayah KAI Daop 8 Surabaya memiliki berbagai manfaat, termasuk kemudahan akses air minum yang bersih dan aman, serta menjaga hidrasi selama perjalanan.
Pelanggan dapat menikmati air minum yang aman dikonsumsi dan berkualitas karena telah teruji oleh Water Quality Laboratory (WQL) yang dikelola oleh Coway bersama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan.
Dalam uji laboratorynya didapatkan hasil bahwa kualitas air yang dihasilkan oleh unit pemurni air (water purifier) tersebut memenuhi 20 dari 20 parameter standar baku mutu yang diuji. Selain itu, fasilitas air minum tersebut juga telah mendapatkan sertifikat halal dari MUI.
Lebih detail, parameter-parameter uji kualitas air pada water station antara lain parameter mikrobiologi yang terdiri dari (E. Coli dan Total Bakteri Coliform), parameter fisik (Suhu, Total Dissolved Solid, Kekeruhan, Warna, dan Bau), parameter kimia (Nitrat, Nitrit, Besi, Mangan, Arsen, Kadmium, Timbal, Fluorida, dan Aluminium), serta parameter kimia tambahan (Total Kromium, Tembaga, Seng, dan Nikel).
“Dengan tersedianya Water Station di Stasiun Malang ini kami berharap para penumpang lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dengan membawa tumbler. Hal tersebut otomatis akan mengurangi sampah plastik dari botol minuman sekali pakai.”
“Kami mengajak seluruh pelanggan KA untuk memanfaatkan fasilitas water station ini dengan bijak, mendukung gaya hidup sehat, dan turut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan. KAI Daop 8 Surabaya bertekad untuk terus memberikan pelayanan terbaik, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan transportasi tetapi juga berkontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan,” tutup Luqman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Darmadi Sasongko








