TUBAN, Tugujatim.id – Ada yang berbeda dengan pelayanan di Kantor Samsat Tuban pada Selasa, (22/10/2024). Seluruh petugas mendadak tampil dalam balutan pakaian ala Kang Santri, tampilan yang menggambarkan nuansa keislaman dan kesederhanaan dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2024 (HSN 2024).
Sesuai Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor SE. 04 Tahun 2024 yang mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) Jawa Timur yang beragama Islam untuk turut memeriahkan momen Hari Santri Nasional 2024.
Kanitregident Satlantas Polres Tuban, Iptu Mas Iqbal Azizi Zulfian menyampaikan, peringatan ini merupakan upaya dalam mendukung perayaan Hari Santri di Provinsi Jawa Timur.
“Kami diminta untuk ikut berpartisipasi dalam memperingati Hari Santri, dan salah satu wujudnya adalah dengan menggunakan dress code yang bernuansa santri pada 22 Oktober 2024,” ungkapnya.

Iqbal menjelaskan, dresscode ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga membawa pesan moral yang penting. Pakaian rapi dan mencerminkan nilai-nilai keislaman, seperti sarung atau pakaian tradisional, pelayanan di Samsat Tuban juga diharapkan mencerminkan sikap sopan santun dan ramah dalam melayani masyarakat.
“Kami tetap harus melayani publik dengan baik, sesuai dengan nilai-nilai budaya dan agama yang kami hormati. Ini juga upaya kami untuk menambah suasana yang profesional dan menghormati setiap warga yang datang,” lanjutnya.
Pelayanan publik sehari-hari, Samsat Tuban memang selalu mengutamakan profesionalitas, tetapi dengan tambahan nuansa Kang Santri ini, diharapkan pelayanan lebih berkesan dan memberikan sentuhan budaya yang dekat dengan masyarakat.
“Meski kami mengenakan busana ala santri, pelayanan kami tetap profesional. Kami ingin agar suasana hari ini benar-benar mencerminkan kebanggaan terhadap budaya dan agama, serta menciptakan kesan yang mendalam kepada masyarakat,” kata Iqbal.
Tidak hanya penampilan yang berubah, namun sikap ramah dan santun petugas menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana pelayanan yang nyaman.

Dengan mengenakan pakaian tradisional dan sikap melayani yang baik, Samsat Tuban berupaya memperlihatkan, pelayanan publik tetap bisa dilakukan dengan penuh rasa hormat dan profesional, sambil tetap merayakan momen penting seperti Hari Santri.
Hari Santri Nasional sendiri diperingati setiap tanggal 22 Oktober, dan menjadi salah satu hari yang memiliki makna mendalam bagi umat Islam di Indonesia, khususnya santri dan pesantren. Perayaan ini juga diharapkan bisa terus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya peran santri dalam sejarah dan perkembangan bangsa.
Dengan adanya keterlibatan aktif dari berbagai instansi seperti Samsat Tuban, semangat Hari Santri diharapkan bisa terus menyebar luas, sekaligus memperlihatkan bahwa nilai-nilai keagamaan dan pelayanan publik dapat berjalan selaras.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








