MOJOKERTO, Tugujatim.id – Kebakaran benteng darurat Pacet-Mojokerto telah padam. Kabar tersebut menjadi tindaklanjut dari laporan sebelumnya. Diketahui, relawan di sekitar sekam penyelamat atau benteng darurat di Jalur Pacet-Mojokerto menjumpai mengeluarkan asap sejak Selasa (15/10/2024).
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Kepolisian, TNI hingga relawan berusaha memadamkan api pada Selasa (22/10/2024). Satu unit mobil pemadam kebakaran meluncur ke Benteng Darurat penyelamat pengguna jalan yang berada di Jalan Raya Pacet, Kabupaten Mojokerto.
“Dampak korban jiwa nihil. Namun penyebab kebakaran masih belum diketahui. Kami bisa kabarkan bahwa kebakaran di benteng tersebut sudah padam,” terang Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, Rabu (23/10/2024).
Diketahui sebelumnya, benteng darurat yang mempunyai tinggi sekira 1,5 meter dengan lebar 8 meter ini terbakar. Benteng tersebut berisi tumpukan karung berisi sekam atau kulit padi yang kering. Seringkali benteng ini digunakan pengendara roda dua yang meluncur dari Kota Batu menuju Mojokerto mengalami rem blong.
Relawan mengaku sempat melihat gumpalan asap dari tumpukan karung benteng darurat tersebut. “Sempat terlihat asap pas sekira tamggal 15 lalu. Sempat dipadamkan juga sama temen-temen relawan,” ujar salah satu relawan dari Welirang Rescue, Made Zakaria, Senin (21/10/2024).
Sementara hingga kini belum dapat diketahui pasti penyebab terbakarnya karung sekam yang dimaksud. Terlebih masih tersisa asap meski nyala api tidak tampak. “Iya ada asap tapi ga keliatan apinya. Apalagi ini kan materialnya mudah terbakar. Sementara siapa atau apa penyebab terbakar juga belum diketahui,” tambah Made.
Meski demikian, dinding penyelamat di dua jalur lain yakni Gotekan dan Obek masih berfungsi seperti biasa. Artinya, hanya satu benteng penyelamat rem blong jalur Mojokerto-Kota Batu yang sementara waktu tak bisa berfungsi.
“Bisa saja dipakai kalau ada rem blong tapi sekamnya masih mengeluarkan asap. Kalau untuk berhenti ketika rem kendaraan panas, masih bisa,” beber Made.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








