MOJOKERTO, Tugujatim.id – Inflasi Oktober 2024 di Mojokerto menyentuh angka 0,04 persen. Sementara, dua kelompok komoditas yang menyumbang andil inflasi Kabupaten Mojokerto tersebut yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Kelompok komoditas selanjutnya yakni kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok perlengkapan peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga, serta kelompok transportasi tercatat mengalami deflasi.
“Enam kelompok komoditas lainnya yang terdiri dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar; kelompok kesehatan; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; kelompok pendidikan; serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran tidak memberikan andil terhadap inflasi di Kabupaten Mojokerto pada bulan Oktober 2024,” tulis Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi, Senin (04/11/2024).
Bambang melanjutkan, komoditas penyumbang inflasi terbesar berasal dari bawang merah, telur asin, emas perhiasan, tempe, beras, minyak goreng, daging sapi, dan telur ayam ras. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga rata-rata dari bulan lalu yaitu solar, sabun detergen bubuk maupun cair, salak, cabai merah, cabai rawit, wortel, daging ayam ras, bumbu masak jadi, dan sawi.
Kenaikan inflasi yang terjadi di Kabupaten Mojokerto pada Oktober 2024 dipengaruhi oleh naiknya harga bawang merah yang diduga akibat pengaruh cuaca yang tidak menentu, serta panen bawang merah pada bulan Oktober ini lebih rendah ketimbang bulan sebelumnya. Dengan demikian, penurunan produksi dan pasokan di pasar yang berkurang membuat supply di beberapa wilayah mengalami penurunan sehingga membuat harga pasaran mengalami kenaikan.
“Komoditas penyumbang deflasi tertinggi di Kabupaten Mojokerto pada bulan Oktober 2024 ialah solar (dexlite) yang pada bulan Oktober ini terpantau mengalami penurunan harga akibat adanya kebijakan dari pemerintah terkait penyesuaian harga BBM untuk menjaga stabilitas ekonomi dan pengendalian inflasi,” sambung Bambang.
Laju inflasi tahun kalender (kumulatif) Kabupaten Mojokerto dari Januari 2024 hingga Oktober 2024 sendiri terpantau sebesar 1,45 persen dan laju inflasi tahun ke tahun (year on year) periode Oktober 2023 hingga Oktober 2024 sebesar 1,82 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








