Tugujatim.id – Setiap orang pasti menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya. Tapi, sebenarnya apa sih arti bahagia itu? Dan gimana caranya biar bisa menemukan kebahagiaan yang awet? Ini lho ada filosofi Jepang yang bisa kamu terapkan!
Orang Jepang punya cara pandang yang unik soal kebahagiaan dan itu terlihat dari tradisi serta gaya hidup mereka sehari-hari. Lalu, apa saja pelajaran yang dapat kita ambil dari cara hidup orang Jepang dalam menikmati dan menjalani hari-hari mereka? Yuk, simak sampai akhir!
1. Ikigai: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Sederhana
Filosofi Jepang ikigai berfokus pada alasan yang membuatmu merasa bersemangat bangun setiap pagi. Ikigai mengajarkan kita untuk menikmati kebahagiaan dalam hal-hal kecil yang sering kali dianggap sepele. Setiap hari mungkin tidak penuh dengan momen besar atau pencapaian luar biasa, tapi dengan ikigai, kamu belajar untuk menghargai hal-hal sederhana.
Contohnya, merasakan hangatnya sinar matahari pagi, menikmati secangkir kopi saat bekerja, atau mendengarkan musik favorit bisa menjadi momen berharga yang membuat hidup terasa lebih bermakna. Dengan mempraktikkan ikigai, kamu akan lebih mudah menemukan kebahagiaan dalam rutinitas sehari-hari.
2. Wabi-Sabi: Merangkul Ketidaksempurnaan
Wabi-sabi mengajarkan kita untuk merangkul ketidaksempurnaan dan menghargai keunikan dalam setiap aspek kehidupan. Alih-alih mengejar kesempurnaan yang kadang justru bisa membawa tekanan, wabi-sabi mengajarkan untuk menghargai benda-benda yang mungkin sudah tua, retak, atau lapuk karena waktu.
Dalam kehidupan sehari-hari, wabi-sabi bisa menginspirasimu untuk lebih menerima kekurangan dirimu, serta kekurangan orang lain. Kamu bisa belajar untuk menghargai nilai dari pengalaman, dari kejadian yang mungkin tidak sempurna, tapi membentuk siapa dirimu.
3. Kintsugi: Mengubah Luka Menjadi Kekuatan
Kintsugi adalah seni memperbaiki tembikar yang retak dengan logam mulia seperti emas atau perak sehingga retakannya menjadi bagian unik dari keindahan barang tersebut. Filosofi ini mengajarkan kita untuk melihat luka atau pengalaman sulit dalam hidup sebagai bagian dari sejarah yang tak ternilai.
Daripada menyembunyikan atau merasa malu dengan masa lalu, kamu justru bisa melihatnya sebagai kekuatan yang memperkaya hidupmu. Momen-momen sulit ini membentuk dirimu menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih dewasa, dan lebih berharga, karena kamu mampu bangkit dari kesulitan.
4. Monozukuri: Menghargai Keahlian dan Perhatian pada Detail
Monozukuri adalah seni kerajinan yang memprioritaskan keahlian dan kualitas dengan perhatian yang mendetail. Konsep ini mengajarkan kita untuk menikmati proses dari setiap tugas, tidak hanya fokus pada hasil akhirnya.
Dengan menerapkan monozukuri, kamu akan belajar menghargai setiap langkah dalam kegiatan sehari-hari, misalnya dalam bekerja atau dalam hobi. Semakin kamu memberikan perhatian pada detail dan kesempurnaan kecil dalam proses, semakin besar pula kepuasan yang kamu dapatkan dari hasil kerja keras tersebut.
5. Kakeibo: Mengatur Keuangan secara Bijak
Kakeibo merupakan cara sederhana untuk merencanakan keuangan yang bisa membantumu mengatur uang dengan lebih bijak. Dengan metode ini, kamu diajak untuk memiliki pandangan yang jelas mengenai berapa banyak uang yang dimiliki, menentukan berapa yang ingin ditabung, dan merencanakan pengeluaran berdasarkan kebutuhan.
Prinsip kakeibo menekankan empat langkah utama, yaitu:
- Mencatat penghasilan
- Merencanakan tabungan
- Memetakan alokasi pengeluaran
- Mencari cara untuk menekan pengeluaran atau meningkatkan pendapatan.
Misalnya, jika kamu menemukan pengeluaran untuk makan di luar terlalu besar, mungkin kamu bisa mencoba masak di rumah sebagai alternatif. Dengan cara ini, kakeibo membantu kamu untuk lebih memahami kebiasaan finansialmu dan menumbuhkan kesadaran agar hidup lebih hemat.
6. Shokunin: Luangkan Waktu untuk Hobi
Shokunin berarti semangat untuk mengasah keterampilan atau minat dengan sepenuh hati. Kamu bisa menerapkan ini dalam hobi atau aktivitas yang kamu sukai. Meluangkan waktu untuk kegiatan yang kamu sukai, seperti memasak, melukis, atau bersepeda, dapat memberimu ruang untuk melepaskan diri dari stres.
Hobi juga bisa membuatmu merasa lebih bahagia dan puas karena memberikanmu kesempatan untuk berekspresi atau sekadar bersenang-senang. Shokunin mengajarkan bahwa kamu tidak harus selalu produktif dalam hal pekerjaan, tetapi juga dalam hal-hal yang membuatmu merasa hidup dan bahagia.
7. Shinrin-Yoku: Terhubung dengan Alam
Shinrin-yoku atau “mandi hutan” adalah praktik sederhana untuk menghabiskan waktu di alam dan menikmati suasana hijau yang menenangkan. Kamu bisa melakukan ini dengan berjalan-jalan di taman, mengunjungi kebun, atau sekadar duduk di tepi danau.
Baca Juga: Jualan Kain Kafan, Akun TikTok Ini Viral hingga Banjir Komentar Netizen
Menghabiskan waktu di alam bisa membantu menurunkan stres, memperbaiki suasana hati, dan menjernihkan pikiran. Budaya Jepang memiliki hubungan yang kuat dengan alam, dan shinrin-yoku mengingatkan kita untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk sehari-hari dan merasakan ketenangan yang hanya bisa diberikan oleh alam.
8. Omiyage: Seni Memberikan Hadiah sebagai Rasa Terima Kasih
Filosofi Jepang omiyage adalah tradisi memberikan hadiah yang melambangkan rasa terima kasih atau perhatian pada orang lain, dan bukan sekadar memberi barang. Di Jepang, omiyage biasanya diberikan saat seseorang kembali dari perjalanan sebagai bentuk penghargaan atas hubungan baik dengan teman atau keluarga.
Dalam kehidupan sehari-hari, kamu bisa menerapkan konsep ini dengan memberikan hadiah sederhana kepada orang-orang di sekitarmu, seperti memberikan cokelat kepada teman, atau sekadar menulis ucapan terima kasih. Tujuannya adalah membuat orang lain merasa dihargai dan mempererat hubungan, bukan tentang seberapa mahalnya hadiah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Ebenhaezer Parningotan Silaban/Magang
Editor: Dwi Lindawati








