TUBAN, Tugujatim.id – Seorang nelayan tewas tersambar petir saat berteduh di Gubuk Pantai Mentoso Tuban. Abdul Muis (46), nelayan warga Desa Temaji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban meregang nyawa setelah tubuhnya tersambar petir saat berteduh dari derasnya hujan.
Petir menyambar saat korban sedang berteduh di Pantai Mentoso pada Sabtu (30/11/2024) sekitar pukul 16.30 WIB. Abdul Muis bersama dua rekannya yakni Dardiri (37) dan Rasto (39) sedang berlindung dari hujan di sebuah gubuk bambu di pinggir pantai, sebelum petir menyambar sekitar lokasi tersebut.
“Saat itu hujan deras disertai petir, jadi berteduh di situ,” ujar AKP Deam Tommy Rimbawan, Kasat Polairud Polres Tuban, Minggu (1/12/2024).
Namun tidak disangka, sambaran petir menghantam stop kontak yang menempel di tiang bambu gubuk tersebut. Naas bagi Abdul Muis karena posisinya yang berdekatan dengan stop kontak dan membuatnya tersambar aliran petir.
“Menurut saksi, saat itu saksi melihat api menyala di stop kontak, dan tiba-tiba Abdul langsung terjatuh,” ungkap Tommy sapaan akrabnya.
Kedua saksi sempat berusaha menolong, tetapi nyawa Abdul sudah tidak tertolong. Mereka pun segera melaporkan kejadian itu kepada perangkat Desa Mentoso, yang kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas setempat. Pihak Kepolisian segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Hasil pemeriksaan medis memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Abdul Muis yang memperkuat dugaan bahwa penyebab kematian murni akibat sambaran petir.
“Keluarga korban menolak visum lebih lanjut dan meminta jenazah segera dipulangkan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








