PASURUAN, Tugujatim.id – Banjir yang membawa kotoran sapi terjadi di Desa Balunganyar, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (30/11/2024). Banjir yang terjadi tiap pergantian musim tersebut selalu meresahkan warga sekitar.
Banjir cletong atau kotoran sapi ini tidak hanya menggenangi jalanan desa. Melainkan hingga masuk ke dalam rumah-rumah warga. Air hujan yang bercampur dengan kotoran sapi juga mengeluarkan bau tidak sedap yang menyengat.
Adanya kotoran sapi juga meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Warga pun harus susah payah membersihkan sisa kotoran sapi setelah banjir reda.
“Setiap awal hujan ya ini yang kami rasakan,” ujar Suyit, salah satu warga pada Senin (02/12/2024).
Menurut Suyit, banjir bercampur kotoran sapi ini terjadi akibat kondisi saluran air yang tersumbat. Selain itu, kondisi kandang sapi yang terlalu dekat dengan rumah warga juga ikut memengaruhi.
“Memang ini kembali ke kesadaran masyarakat. Tapi, kami harap ada perhatian lebih dari pemerintah untuk mengatasi ini,” ungkapnya.
Kondisi banjir kotoran sapi ini menurut warga sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya tanpa ada solusi konkret. Banjir merugikan karena banyak barang-barang perabotan warga yang rusak dan warga harus mengeluarkan biaya untuk perbaikan.
Baca Juga: Video Aksi Pengeroyokan di Minimarket Pasuruan Viral, Dugaan Dipicu Masalah Asmara
“Kemarin membersihkannya harus sampai pakai cangkul itu juga susah, ” jelasnya.
Nurhasan, warga lain mengatakan, yang diinginkan warga hanya adanya solusi nyata. Termasuk peran serta pemerintah daerah untuk memberikan solusi. Mulai dari perbaikan saluran air, penataan kandang sapi, hingga penyuluhan tentang pengolahan limbah ternak.
“Desa ini memang banyak ternak sapi. Jadi harus dikelola dengan baik. Dan itu memerlukan sinergi semua pihak,” harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Laoh Mahfud
Editor: Dwi Lindawati








