SURABAYA, Tugujatim.id – Kamu ingin merasakan nuansa klasik Surabaya di era 1940-an? Kamu wajib mengunjungi Lodji Besar yang terletak di Jalan Makam Peneleh Nomor 44, Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur.
Berhadapan langsung dengan Makam Peneleh, yang juga dikenal sebagai Makam Belanda, kafe ini menyajikan pengalaman tidak terlupakan dengan suasana tempo dulu yang autentik. Bangunan Lodji Besar sudah berdiri sejak 1907 dan berhasil mempertahankan nuansa sejarahnya hingga sekarang.
Dari luar, kamu akan melihat rumah klasik bercat hijau dengan aksen kuning dan putih. Pintu masuknya dihiasi papan bertuliskan “A.N.N.O -1907 Lodji Besar KERKHOFFLAAN 46, SOERABAIA, OOST JAVA, NEDERLANSCHE INDISCHE” yang semakin menguatkan kesan lawas. Pagar setinggi satu meter dan serambi dengan meja kayu jadul serta kursi besi menyambut pengunjung, menciptakan suasana yang seolah membawa kamu kembali ke masa penjajahan Belanda.
Baca Juga: Bupati Tuban Raih Penghargaan Terbaik VI Pembina K3 Tingkat Provinsi Jawa Timur
Masuk ke dalam, kamu akan menemukan empat ruangan dengan dinding bata yang membuatnya cocok untuk bersantai bersama teman atau keluarga. Tiap ruangan dihiasi barang-barang antik, seperti helm serdadu perang, mesin tik, setrika arang, hingga radio kuno.
Di dindingnya terpampang peta-peta Surabaya dari berbagai era, poster iklan jadul, arsip foto masa lampau, dan bahkan propaganda Jepang. Semua ini menjadikan Lodji Besar seperti museum mini yang hidup.
Selain interiornya yang penuh nilai sejarah, Lodji Besar juga memperdengarkan musik keroncong yang menambah suasana klasik. Di sini, kamu bisa menikmati aneka minuman dan makanan dengan harga yang ramah di kantong.
Menu minuman yang ditawarkan cocok untuk semua generasi, mulai dari Es Kopi Susu Putih, Es Kopi Susu Gula Aren, Cappuccino, Thai Tea, hingga minuman premium seperti Bubble Gum, Red Velvet, dan Hazelnut. Harga minuman berkisar antara Rp6.000 hingga Rp14.000 (harga dapat berubah sewaktu-waktu), membuat tempat ini sangat terjangkau, terutama bagi kamu yang ingin nongkrong tanpa merogoh kocek dalam-dalam.
Untuk makanan, Lodji Besar menyajikan pilihan yang menggugah selera, dari camilan ringan hingga hidangan utama. Camilan seperti kentang goreng, pastel mini, lumpia, pisang bakar keju cokelat, dan kulit ayam krispi dijual dengan harga mulai Rp10.000 hingga Rp18.000 (harga dapat berubah sewaktu-waktu). Ada juga menu yang berisi campuran kentang, siomay, sosis, minipau ayam, dan nugget sapi yang cocok untuk kamu yang ingin mencoba berbagai rasa dalam satu piring.
Jika kamu lebih suka makanan berat, jangan lewatkan Ayam Goreng Indische dan Ayam Gulai Indische. Hidangan khas ini disajikan dengan piring dan mangkuk lawas, semakin menambah pengalaman makan yang unik. Dengan harga mulai Rp17.000 hingga Rp19.000 (harga dapat berubah sewaktu-waktu), kamu bisa menikmati cita rasa autentik yang sulit ditemukan di tempat lain.
Lokasinya yang berada di Kampung Wisata Peneleh, membuat Lodji Besar menjadi destinasi wajib bagi kamu yang ingin mengeksplorasi Surabaya lebih dalam. Kampung ini menyimpan banyak sejarah, termasuk rumah kelahiran Bung Karno dan Museum HOS Tjokroaminoto. Kedekatannya dengan situs-situs bersejarah menjadikan kunjungan ke Lodji Besar bukan sekadar soal kuliner, tetapi juga tentang perjalanan ke masa lalu.
Dengan jam operasional mulai pukul 10.00-24.00 WIB, kamu punya banyak waktu untuk menikmati suasana klasik ini. Apakah itu untuk makan siang, ngopi sore, atau sekadar nongkrong malam, Lodji Besar siap memberikan pengalaman yang berbeda.
Peta Kaart van Soerabaia tahun 1866 yang terpampang di salah satu dinding serambi menambah daya tariknya, memberi kesan bahwa setiap sudut kafe ini dirancang untuk memanjakan mata dan hati pengunjung. Jika kamu pencinta sejarah, penyuka suasana klasik, atau hanya ingin mencari tempat unik untuk bersantai, Lodji Besar adalah pilihan yang tepat.
Baca Juga: Lima Rekomendasi Persewaan Lapangan Basket di Surabaya dengan Fasilitas Terbaik!
Kritik dan pujian juga dilayangkan beberapa pengunjung yang sudah datang ke Lodji Besar melalui ulasan Google Maps. Salah satu kritik datang dari akun @ro** ardian* yang berpendapat bahwa kasir tempat tersebut kurang ramah dan interaktif dalam melayani konsumen.
“Sebenernya gak mau gini, barusan datang kok kasirnya ditanyain menu diem ajah dan dia malah nunjuk menu dan ketusss. Ya Allah, kok jadinya begini sih, jadi gak mood dan batal deh. Padahal pengen banget tahu tempatanya karena bagus,” ujarnya.
Di sisi lain, Lodji Besar juga mendapatkan pujian dari akun @alf*** yang berpendapat bahwa tempat ini menghadirkan suasana unik dan retro, makanan dan minuman enak, serta harga yang ditawarkan standar.
“Pertama kali ke cafe ini. Vibesnya unik, suasana retro zaman Hindia Belanda dihadirkan di sini. Lumayan unik dan retro jadul. Makanan enak, minuman segar, harga standar. Recommended cafe nuansa retro area Surabaya dan sekitarnya,” pujinya.
Berikut pembahasan rinci mengenai Lodji Besar. Dengan atmosfer yang sejuk, makanan lezat, dan harga terjangkau, Lodji Besar menjadi destinasi yang sempurna untuk kamu yang ingin beristirahat dari hiruk-pikuk kota modern. Jadi, tertarik untuk mengunjunginya?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Ebenhaezer Parningotan Silaban/Magang
Editor: Dwi Lindawati








