JEMBER, Tugujatim.id – Imbas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melanda hewan ternak di Kabupaten Jember penjualan kaki sapi anjlok drastis hingga 80 Persen di pasar tradisional.
Salah seorang pedagang kaki sapi di Pasar Tanjung, Selani menjelaskan sebelum merebaknya PMK, dirinya bisa menjual 45 hingga 50 potong kaki sapi dalam sehari.
Sedangkan saat ini, ia hanya mampu menjual sebanyak 5 hingga 10 potong. Hal itu dikarenakan, pasokan kaki sapi mengalami penurunan, sehingga menyebabkan penurunan pembeli.
“Sekarang stok terbatas dan pembeli jauh berkurang, biasanya penuh, sedangkan sekarang hanya ada beberapa potong saja,” ujar Selani saat ditemui pada Selasa (21/1/2025).
BACA JUGA: Usia Ratusan Tahun, Masjid Agung Darussalam Mojokerto Pertahankan Bagian Bernilai Sejarah
Ia mengaku, sebelumnya banyak para pembeli dari luar kota di lapaknya. Karena PMK marak menyerang hewan ternak di Jember, hanya langganannya yang menjadi mayoritas pembeli kaki sapi.
“Orang dari luar kota sudah jarang beli sekarang, paling pelanggan lama yang beli, ttu pun cuma satu sampai dua kilogram saja,” imbuh Selani.
Kendati demikian, Selani menuturkan bahwa harga kaki sapi cenderung stabil, yaitu di kisaran Rp60 ribu setia satu kilogramnya. Meski, dirinya mengeluhkan pasukan kaki sapi yang terbatas dan sulit didapat di musim merebaknya PMK seperti saat ini.
Sementara itu, pembeli kaki sapi bernama Ririn mengungkap bahwa ada kenaikan harga sebelum dan saat terjadi wabah PMK. Sebelumnya, ia membeli kaki sapi seharga Rp45 ribu per kilogramnya.
“Meski ada kenaikan harga kaki sapi, tapi saya tetap beli karena sudah biasa mengkonsumsi kaki sapi,” kata Ririn saat ditemui di Pasar Tanjung.
Dirinya mengaku tidak terlalu khawatir terhadap dampak PMK, meskipun penyakit tersebut telah meluas di 29 kecamatan yang ada di Kabupaten Jember. Menurutnya, cara pengolahan yang benar dapat mengurangi risiko.
BACA JUGA: Rekomendasi Wisata Kuliner di Jember, Rasakan Sensasi Makan Bak di Tepi Persawahan Bali Hingga Naik Kereta di Atas Danau
“Yang terpenting itu saat memasak lebih berhati-hati untuk memastikan kebersihannya terutama, supaya tetap aman dikonsumsi,” imbuh Ririn.
Sekadar informasi, berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jember, persebaran kasus PMK terjadi di 29 kecamatan dari 31 kecamatan di Kabupaten Jember.
Setidaknya, para pedagang berharap merebaknya PMK segera teratasi agar pemenuhan dan penjualan kembali seperti sebelumnya. Di samping itu, para penjual berupaya menjaga stok meski jumlahnya terbatas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








