• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Gas 3 Kg

Gas 3 Kg atau Gas Melon yang di pangkalan resmi (Dok. Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus untuk TuguJatim)

Polemik Kebijakan Subsidi LPG 3 Kg, Dosen Petra Surabaya: Masalah Selesai atau Justru Babak Baru?

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
1 year ago
in Bisnis, Nasional
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Kebijakan larangan pengecer menjual LPG 3 kg (Gas Melon) resmi dicabut oleh Presiden RI Prabowo Subianto, pada Selasa (4/2/2025). Larangan pengecer menjual LPG 3 Kg sendiri awalnya diberlakukan mulai per 1 Februari 2025.

Namun, kebijakan tersebut diterapkan hanya beberapa hari dan membuat kegaduhan di masyarakat. Terlebih, bagi kalangan menengah ke bawah, mulai dari kelangkaan, antrean panjang, hingga lonjakan harga di beberapa daerah.

You might also like

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

05/06/2026 8:55 AM
Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

04/06/2026 9:30 PM

Sebelumnya, pemerintah ingin memastikan distribusi lebih tepat sasaran dengan mewajibkan pembelian hanya di pangkalan resmi Pertamina. Justru dengan kebijakan ini memicu kekacauan. Masyarakat kesulitan mendapatkan gas melon, terutama di daerah yang jauh dari pangkalan resmi.

BACA JUGA: Aktivis Fatayat Mojokerto Soroti Emak-Emak Sulit Beli Elpiji 3 Kg

Dekan School of Business and Management, Petra Christian University (PCU), Josua Tarigan menilai bahwa perubahan kebijakan menunjukkan tantangan besar dalam mengatur subsidi energi.

“Setiap kebijakan pasti berdampak, baik secara makro maupun mikro. Ketika akses LPG subsidi dipersempit, masyarakat berpenghasilan rendah terpaksa mengalokasikan lebih banyak dana untuk energi, yang akhirnya mengurangi konsumsi kebutuhan lain,” kata Josua, pada Sabtu, (8/2/2025).

Menurutnya, kebijakan diambil memiliki niat baik. Namun, diterapkan secara mendadak tanpa mempertimbangkan kesiapan masyarakat.

“Seharusnya ada masa transisi, seperti yang dilakukan pada subsidi Pertalite. Awalnya masih ada kelonggaran, baru kemudian aturan diperketat secara bertahap. Dengan begitu, masyarakat tidak terkejut dan bisa beradaptasi,” papar Dosen Bisnis dan Manajemen, di Universitas Kristen Petra tersebut.

Lanjutnya, tak hanya masyarakat kecil, pelaku UMKM juga terkena dampak besar dari kebijakan ini. Banyak usaha kecil yang bergantung pada LPG 3 kg, seperti pedagang makanan keliling, harus memilih antara menaikkan harga jual atau mengurangi laba.

Menurut Josua, solusi terbaik untuk distribusi LPG subsidi adalah menerapkan pendekatan bertahap.

“Uji coba bisa dilakukan di beberapa wilayah terlebih dahulu sebelum diterapkan secara nasional. Subsidi yang tepat sasaran memang penting. Tetapi, untuk sistemnya harus berbasis data dan mempertimbangkan kesiapan masyarakat,” jelas Josua.

BACA JUGA: Satpol PP Cat Ulang Tulisan ‘Adili Jokowi’ di 24 Titik Kota Surabaya

Ke depan, Josua menyebut bahwa pemerintah perlu merancang kebijakan energi yang lebih matang dan memiliki mekanisme transisi yang jelas.

“Jika tidak, bukan tidak mungkin masalah subsidi LPG akan terus menjadi polemik tanpa solusi yang benar-benar efektif, ” tukasnya.

Selain itu, dengan pembatalan kebijakan yang hanya berselang beberapa hari setelah diterapkan itu, membuat rasa percaya masyarakat berkurangnya pada pemerintah Indonesia.

Karena itu, menjadi tantangan sendiri dalam memastikan subsidi energi benar-benar tepat sasaran. Tentunya ini PR (Pekerjaan Rumah) yang harus segera diselesaikan oleh Pemerintah Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter : Layla Aini

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: PertaminaPetra Christian UniversitySurabayaUniversitas Petra Surabaya
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:55 AM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kabupaten Probolinggo terus memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjalin kerja sama...

Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 9:30 PM
0

Tugujatim.id – Di tengah derasnya arus konten yang muncul setiap hari di TikTok, perhatian pengguna menjadi sesuatu yang sangat berharga....

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Bojonegoro

Jasa Jagal Hingga Las Hewan Kurban, Ramai Diburu Saat Iduladha di Bojonegoro

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 8:14 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Momentum Hari Raya Iduladha membawa berkah tersendiri bagi sejumlah warga di Kabupaten Bojonegoro. Tidak hanya pedagang hewan...

Next Post
Humas Unim

Pusat Bahasa Universitas Islam Majapahit Mojokerto Sediakan Kelas Mentorship Kuliah Magister hingga Doktoral Dalam dan Luar Negeri

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID