Tugujatim.id – Persaingan perebutan pucuk La Liga masih ramai. 3 Tim Besar Spanyol masih punya peluang puncaki Liga Spanyol.
Hasil imbang menjadi penutup laga derbi Madrid pekan (09/02) lalu. Real Madrid yang sempat nyaman di puncak, harus puas berbagi poin dengan Atletico Madrid kala bertemu di pertandingan yang dilangsungkan di Santiago Bernabéu. Sementara itu, Barcelona berpesta di laga away melawan Valencia (10/02). Skor 1-4 memantapkan Barcelona untuk bertahan di posisi ketiga, sekaligus perlahan mendekati rival-rivalnya.
Barcelona sempat bertengger di puncak klasemen pada saat awal musim. Namun, tiga kali laga kalah dan satu laga imbang membuatnya kehilangan banyak poin. Sementara itu, Real Madrid dan Atletico Madrid tampil konsisten di La Liga, membuat mereka dapat menyalip tim asal Catalan tersebut.
Sempat diragukan di awal kedatangannya, kedatangan Hansi Flick dengan filosofi yang jauh berbeda dengan Barcelona yang terkenal dengan Tiki-Takanya terlihat sangat efektif. Hansi Flick mengubah Barcelona dari Tiki-Taka yang lekat dengan umpan-umpan pendek ke taktik lebih direct serta memanfaatkan ruang kosong berkat pergerakan tanpa bola.

Musim ini, 64 gol berhasil dicetak oleh Barca di La Liga hanya dalam 23 pertandingan. Selain itu, dilansir dari Fotmob, Lewandowski menjadi pemimpin top skor La Liga sementara dengan 19 gol dan xG sebesar 19,3. Ini membuktikan bahwa pemain yang pernah membela Bayern Munich tersebut dapat mengonversi setiap peluang yang dia dapatkan menjadi sebuah gol.
Tidak hanya itu, Raphinha dan Lamine Yamal di sisi kiri dan kanan Lewandowski juga tampil sangat baik. Dibawah Hansi Flick, winger asal Brazil tersebut diposisikan di sisi kiri, mengeksploitasi ruang yang ditinggalkan bek lawan. Sedangkan Lamine Yamal di sisi kanan memporak-porandakan lawan dengan kemampuan dribbling bolanya yang sangat bagus.
BACA JUGA: Mulai dari Legenda Barcelona Sampai Punya Putra Penerus Bakatnya Berikut Fakta Menarik Tentang Patrick Kluivert!
Sembuhnya Gavi dan stabilnya Pedri menopang trisula Barcelona melalui umpan-umpan berkualitas. Selain itu, nama-nama lulusan La Masia—akademi Barcelona—yang lain seperti Marc Casado, Fermin Lopez, dan Pau Cubarsi juga ikut serta memperkuat tim asal Catalan tersebut.
Bukan hanya Barcelona, Real Madrid juga tampil konsisten dengan pemain-pemain bintangnya yang masih muda. Mbappe yang perlahan beradaptasi bersama Real Madrid mulai mencatatkan gol-gol penting. Tidak mengherankan untuk pemain yang pernah mencetak hattrick di piala dunia ini untuk langsung mencatatkan 16 gol di musim pertamanya untuk El Real.
Tidak hanya itu, kombinasi pemain-pemain kelas dunia seperti Jude Bellingham, Vinicius Jr, dan Rodrygo sangat menyeramkan untuk berada satu tim. Meski sedang terkena badai cedera yang mengakibatkan mereka kehilangan beberapa pemain penting, Los Galacticos tetaplah tim yang tak bisa diremehkan.
Disisi lain, Atletico Madrid yang sering tidak dianggap sebagai saingan dua tim itu, kini mulai menunjukkan tajinya. Rekrutan baru mereka, Julian Alvarez, yang didatangkan dari Manchester City, mencetak gol panenka yang membuat Atletico berhasil mencuri poin kala bertamu ke kandang Real Madrid, Santiago Bernabéu.
Duetnya bersama Antoine Griezmann mulai bersinergi, menajamkan lini depan tim yang bermarkas di Wanda Metropolitano tersebut. Pemain baru seperti Alexander Sorloth juga menjadi alternatif lain untuk Atletico Madrid. Dengan tubuh jangkungnya, dia bisa dengan mudah memenangkan duel udara dan memanfaatkan umpan lambung dari rekan satu timnya.
BACA JUGA: Total 212 Juta Euro! Bursa Transfer Musim Dingin yang Panas untuk Manchester City
Dengan hasil pertandingan terakhir dan juga performa yang mereka tunjukkan, ketiga tim tersebut masih berpeluang untuk puncaki klasemen La Liga dengan jarak hanya satu poin di antara mereka. Konsistensi tentunya menjadi aspek yang paling penting.
Dengan sistem Liga Champions yang baru, membuat tim-tim eropa termasuk ketiga tim tersebut harus pintar merotasi pemain-pemainnya agar hasil yang didapat tetap konsisten baik di La Liga, kompetisi domestik, maupun Liga Champions. Walaupun ketiga tim tersebut masih memiliki kesempatan, tentu hanya tim yang konsisten yang akan bertahan dan menjadi juara di liga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis : Saddam Alvaro N.P/ Magang
Editor: Darmadi Sasongko







