• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Fiersa Besari

Sosok Fiersa Besari. Foto / dok ig Fiersabesari

Unggahan Fiersa Besari Minta Maaf Atas Kepergian Dua Sahabatnya di Gunung Carstensz Pyramid

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
1 year ago
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Musisi dan pendaki Fiersa Besari akhirnya angkat bicara setelah kabar duka yang terjadi dalam pendakiannya ke Gunung Carstensz Pyramid di Timika, Papua Tengah. Dalam insiden tersebut, sahabatnya, dua pendaki yaitu Lilie Wijayanti Poegiono atau dikenal Mamak Pendaki dan Elsa Laksono, meninggal dunia karena hipotermia akibat cuaca ekstrem pada Sabtu (1/3/2025).

Fiersa, yang sempat tidak memberikan kabar usai kejadian, menyampaikan permintaan maaf dan rasa dukanya melalui unggahan di akun Instagramnya, pada Senin (3/3/2025).

You might also like

Tol Jombang-Mojokerto.

Lagi! Tragedi di Tol Jombang-Mojokerto: Satu Orang Tewas usai Honda City Tabrak Truk Gandeng

12/06/2026 9:55 AM
Mayat bayi.

Geger! Penemuan Mayat Bayi dalam Kardus di Kebun Tebu Gondanglegi Malang

11/06/2026 6:47 PM

“Saya juga ingin meminta maaf karena baru mengabari perihal situasi Carstensz Pyramid (puncak tertinggi Indonesia dengan nama lain Puncak Jaya), karena kami yang berada di basecamp Yellow Valley (YV) pun merasa sangat syok dan berduka atas tragedi yang telah terjadi,” tulisnya.

Situasi Sangat Sulit dan Cuaca Buruk

Ia menjelaskan bahwa situasi di pegunungan sangat sulit, dengan cuaca buruk yang menyebabkan suhu turun drastis. Fiersa mengatakan bahwa dirinya dan dua pendaki Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono berbeda Tim.

“Saya tergabung dalam tim yang terdiri dari tiga orang. Sementara Bu Lilie dan Bu Elsa tergabung dalam tim yang terdiri dari empat orang (beda tour operator). Kami ditemani para guide. Selain kami dan tamu-tamu WNA, hari itu (28 Februari 2025) ada juga tamu dari pihak Balai Taman Nasional yang turut mendaki,” paparnya.

BACA JUGA: Silowo Merakurak Tuban: Destinasi Wisata Alam Menawan Dengan Pesona Sungai Biru dan Sawah Hijau

Ditambahkan, jika semua tim dan anggota berangkat dengan persiapan matang. Namun, kondisi ekstrem di luar dugaan membuat perjalanan mereka semakin berbahaya.

 

Almarhumah
Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono. Foto / dok istimewa

 

“Mungkin, yang tidak diketahui kawan-kawan yang kurang familier dengan dunia pendakian, Carstensz Pyramid berbeda dengan gunung di Indonesia pada umumnya. Medan tebing curam dengan ketinggian 600-an meter (basecamp YV 4200-an MDPL – Puncak Jaya 4884 MDPL), mewajibkan kita untuk lancar menggunakan alat-alat tali untuk naik dan turun (ascending dan rappelling) sebagai safety procedure. Sebagai catatan, di ketinggian di atas 4000-an MDPL, apalagi dalam cuaca buruk, kita memang tidak boleh diam terlalu lama, sebab rentan terkena hipotermia,” sambung Fiersa.

Pendaki Hadapi Badai Salju Secara Tiba-Tiba

Menurut laporan, tim pendaki menghadapi badai salju yang terjadi secara tiba-tiba saat mereka mendekati puncak Carstenz Pyramid. Angin kencang dan suhu yang sangat dingin membuat mereka kesulitan bertahan. Beberapa anggota tim mengalami gejala hipotermia, namun berhasil diselamatkan oleh tim evakuasi.

BACA JUGA: Dewi Anom Malang Suguhkan Wisata Seru River Tubing Hingga Kuliner Olahan Selada Air

Tim penyelamat akhirnya berhasil mencapai lokasi dan mengevakuasi para pendaki yang masih selamat. Namun, dua rekan Fiersa tidak bisa bertahan dalam kondisi ekstrem tersebut.

“Rangkaian tragedi yang menimpa Bu Lilie dan Bu Elsa, juga tiga korban lainnya yang pada saat itu masih terjebak di area tebing, baru saya dan Furky Syahroni ketahui setelah kami tiba di basecamp YV (kami tiba 28 Februari 2025 22:48 WIT, dapat kabar 1 Maret 2025 -sekitar 04 WIT),” tukasnya.

Pengingat Bagi Pendaki Lain

Insiden ini menjadi pengingat bagi para pendaki lainnya tentang pentingnya persiapan matang sebelum melakukan ekspedisi ke medan ekstrem. Carstenz Pyramid, yang merupakan salah satu dari Seven Summits di dunia, memiliki medan yang menantang dengan cuaca yang sulit diprediksi.

BACA JUGA: 15 Air Terjun Memesona di Jember, Wisata Alam Tersembunyi Cocok Untuk Tenangkan Pikiran

Fiersa juga mengapresiasi kerja keras tim penyelamat yang telah berusaha mengevakuasi para pendaki. Fiersa berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua orang. Ia juga meminta doa untuk kedua sahabatnya yang telah berpulang.

“Saya juga ingin berterima kasih kepada semua pihak yang sangat suportif dalam proses evakuasi, terutama seluruh kru dan pendaki di YV. Akhir kata, saya berharap kawan-kawan dapat menahan jempolnya untuk mengeluarkan asumsi, teori, apalagi komentar nirempati. Pakai energi untuk berdoa. Beri ruang untuk keluarga dan kerabat yang berpulang untuk berduka,” tutup Fiersa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Feni Yusnia

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Carstensz PyramidFiersa BesariGunung Carstensz PyramidpendakiPendaki GunungPendakian Indonesia
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Tol Jombang-Mojokerto.

Lagi! Tragedi di Tol Jombang-Mojokerto: Satu Orang Tewas usai Honda City Tabrak Truk Gandeng

by Dwi Linda
12/06/2026 9:55 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Ruas Tol Jombang-Mojokerto (Tol Jomo) kembali menjadi saksi bisu sebuah tragedi yang merenggut nyawa. Satu orang dilaporkan...

Mayat bayi.

Geger! Penemuan Mayat Bayi dalam Kardus di Kebun Tebu Gondanglegi Malang

by Dwi Linda
11/06/2026 6:47 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, geger dengan penemuan mayat bayi perempuan yang ditemukan di...

Pantai Pangi.

3 Santri Terseret Ombak di Pantai Pangi Blitar saat Outing Class, Satu Korban Hilang

by Dwi Linda
11/06/2026 4:40 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak tiga santri asal Pondok Pesantren (Ponpes) Muhammadiyah Markas Quran Kabupaten Kediri terseret ombak besar di Pantai...

Mobil di Surabaya.

2 Mobil di Surabaya Tercebur dan Terjun dalam Sehari, Pemicu Pengemudi Sama-Sama Diduga Hilang Kendali

by Dwi Linda
09/06/2026 7:38 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dua kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil pribadi terjadi di dua lokasi berbeda di Kota Surabaya, Jawa Timur,...

Next Post
Poco X7 Pro 5G.

Performa Gahar Poco X7 Pro 5G yang Multitasking, Harga Beda Tipis untuk Edisi Iron Man

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID