Tugujatim.id – Rumah tua di ujung gang itu sudah lama kosong. Warga sekitar percaya bahwa rumah itu dihuni oleh makhluk tak kasat mata. Beberapa kali orang mencoba menempatinya, tapi mereka selalu pergi dalam hitungan hari, bahkan jam. Tak ada yang tahu pasti alasan mereka meninggalkan rumah itu.
Suatu malam, Dika dan teman-temannya yang penasaran memutuskan untuk menguji keberanian mereka. Mereka ingin membuktikan apakah rumah itu benar-benar angker atau hanya sekadar mitos belaka. Dengan senter di tangan dan hati yang berdebar, mereka memasuki rumah itu.
Suara Aneh dari Dalam Rumah
Begitu mereka melangkah masuk, udara di dalam terasa lebih dingin dibandingkan di luar. Aroma kayu lapuk bercampur debu memenuhi hidung mereka. Saat mereka mulai menyusuri ruangan demi ruangan, suara aneh terdengar dari lantai atas. Suara langkah kaki yang berat, seperti ada seseorang yang berjalan.
“Siapa di atas?” tanya Rina dengan suara bergetar.
Tak ada jawaban. Hanya suara pintu yang berderit perlahan. Mereka saling pandang, mencoba memastikan bahwa mereka tidak berhalusinasi. Dika, yang paling pemberani, memutuskan untuk naik ke lantai dua.
Baca Juga : Petaka Gunung Gede, Ketegangan Memuncak di Balik Misteri Alam
Penampakan di Cermin
Saat menaiki tangga, Dika merasa ada yang mengawasinya. Begitu sampai di atas, ia melihat sebuah cermin besar di ujung lorong. Penasaran, ia melangkah mendekati cermin itu. Namun, sebelum ia sempat menyentuhnya, ia melihat bayangan seseorang di dalam cermin. Sosok itu berambut panjang dan mengenakan gaun putih lusuh.
Dika terkesiap dan berbalik. Namun, tidak ada siapa-siapa di belakangnya. Sosok itu hanya ada di dalam cermin! Jantungnya berdegup kencang. Tiba-tiba, cermin itu bergetar dan retak dengan sendirinya.
Kengerian Semakin Nyata
Teriakan Dika membuat teman-temannya bergegas naik. Saat mereka sampai, cermin itu sudah pecah, dan di lantai ada jejak kaki berwarna merah seperti darah. Mereka mulai panik. Rina menangis ketakutan, sementara Aldi mencoba menarik Dika agar segera keluar.
Tiba-tiba, suara tertawa lirih terdengar dari ruangan sebelah. Perlahan, pintu ruangan itu terbuka sendiri. Dari balik kegelapan, mata merah bersinar menatap mereka. Mereka langsung berlari sekencang mungkin menuruni tangga dan keluar dari rumah itu.
Rahasia di Balik Rumah Kosong
Sejak malam itu, mereka berjanji tidak akan kembali ke rumah itu lagi. Keesokan harinya, mereka mencari tahu tentang sejarah rumah tersebut. Dari seorang warga tua, mereka mengetahui bahwa dulu pernah terjadi pembunuhan di rumah itu. Seorang perempuan muda tewas mengenaskan di depan cermin besar yang kini sudah pecah.
Namun, yang mengejutkan mereka adalah fakta bahwa perempuan itu ternyata adalah saudara jauh salah satu dari mereka—Rina. Saat mendengar nama korban, tubuh Rina langsung lemas. Ia teringat cerita neneknya tentang seorang saudara yang menghilang secara misterius bertahun-tahun lalu.
Mereka memutuskan untuk mencari tahu lebih lanjut. Mereka kembali ke rumah itu, kali ini dengan seorang paranormal. Ketika ritual pemanggilan arwah dilakukan, suasana menjadi semakin mencekam. Angin berembus kencang meski tak ada jendela yang terbuka. Tiba-tiba, suara tangisan perempuan terdengar dari cermin yang sudah pecah.
“Tolong aku…” suara itu terdengar sayup.
Seketika, Rina merasakan tubuhnya kaku. Sosok perempuan berambut panjang yang sebelumnya mereka lihat di cermin muncul di hadapan mereka. Wajahnya penuh luka, matanya kosong, dan bibirnya bergetar seolah ingin mengatakan sesuatu. “Aku tidak ingin menyakitimu… aku hanya ingin… pulang…”
Rina berusaha mengulurkan tangannya, namun sosok itu memudar dan lenyap. Paranormal itu kemudian menjelaskan bahwa arwah perempuan itu terjebak di rumah itu selama bertahun-tahun, menunggu seseorang dari keluarganya untuk membebaskannya.
Dengan ritual khusus, mereka akhirnya membantu arwah tersebut pergi dengan damai. Saat ritual selesai, angin berhenti berembus, dan suasana rumah menjadi lebih tenang. Sejak saat itu, rumah kosong di ujung gang itu tak lagi dihantui, dan misterinya akhirnya terpecahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Ilmi Habibi Rahmatullah
.







