• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tantangan Digitalisasi Batik di Kediri di Tengah Badai Pandemi Virus Corona

Proses mencanting batik di Wecono Asri, Kelurahan Dandangan, Kota Kediri. (Foto: NOE)

Batik Kediri dan Tantangan Digitalisasi di Tengah Badai Pandemi Virus Corona

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in Featured, News, Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

Kediri – Pandemi virus corona menyerang semua sektor. Tak terkecuali industri rumahan seperti batik. Sempat terhenti beberapa bulan, Kasiana, pebatik asal Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota, harus memutar otak untuk melanjutkan bisnisnya. Pasalnya, selama pandemi ini ia telah merumahkan beberapa karyawan.

Pemilik rumah batik Wecono Asri ini akhirnya juga menjual peralatan batik, sehingga tidak hanya mengandalkan produk batiknya saja. Perempuan 70 tahun ini mengakui hal yang paling dibutuhkan saat pandemi ialah peranan digitalisasi.

You might also like

Muktamar NU Jombang.

Muktamar NU Jombang Ke-35 Bakal Didatangi 200 Ribu Orang, Perketat Penginapan Delegasi Resmi: Ini Lokasinya!

22/07/2026 9:39 AM
Cuaca di Jawa Timur.

Angin Kencang Mengintai di Balik Langit Cerah, Cuaca di Jawa Timur Rabu 22 Juli 2026 Perlu Diwaspadai

22/07/2026 7:46 AM
Gambar batik motif garuda di Galeri Wecono Asri.
Gambar batik motif garuda di Galeri Wecono Asri. (Foto: NOE)

Baca Juga: Hobi Menyaksikan Video Binatang Lucu dan Imut Baik untuk Kesehatan, Studi Membuktikan

“Sebelum pandemi 10 karyawan, tapi sekarang tinggal 5 saja,” kata Kasiana. Ia mengawali kegiatan batik-membatik ini sejak tahun 2006 silam.

Ketika sebelum pandemi, ia dalam sebulan bisa menjual sekitar 20 helai batik dengan khas Kediri. Seperti motif unggulan Kilisuci, Panji Galuh, Jaranan, Garuda dengan menggunakan warna alam. Sekarang hanya sekitar 10 helai saja. Ia menjelaskan untuk menjalankan pemasarannya tak bisa semudah dahulu. “Banyak pesanan yang dibatalkan dan ditunda karena Corona,” imbuh ibu lima anak ini.

Sekarang, ia berusaha membuat website sendiri untuk memperkuat pemasaran batik miliknya. Meskipun sudah ada produknya yang masuk dalam beberapa platform digital. Kasiana mengakui perlu adanya dorongan pembuatan website, agar pemasarannya semakin cepat berkembang.

Ia menyadari banyak hal yang dibutuhkan untuk memaksimalkan pemasaran dengan digital. Seperti, teknik foto produk, pengunggahan produk, hingga pembuatan caption untuk produknya. “Ini kan perlu tim sendiri, kalau dikerjakan sendiri sudah nggak bisa,” ungkapnya.

Baca Juga: Kasus COVID-19 Terus Meningkat, Khofifah Bakal Realisasi RS Lapangan Darurat di Malang

Selain faktor usia, Kasiana merasa perlu bantuan generasi muda dalam mengembangkan bisnis batik miliknya secara digital. Kendalanya, kata Kasiana, ialah memberi gaji untuk pengembang websitenya. Sehingga, sementara ia masih menggunakan media sosial saja.

“Sebenarnya pingin banget buat digital seperti itu,” pungkasnya. (noe/gg)

Tags: batikcorona viruscovid-19gambar batikHari Batik NasionalKediriKota Kediripandemivirus corona
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Muktamar NU Jombang.

Muktamar NU Jombang Ke-35 Bakal Didatangi 200 Ribu Orang, Perketat Penginapan Delegasi Resmi: Ini Lokasinya!

by Dwi Linda
22/07/2026 9:39 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada Agustus 2026 diproyeksikan didatangi sekitar...

Cuaca di Jawa Timur.

Angin Kencang Mengintai di Balik Langit Cerah, Cuaca di Jawa Timur Rabu 22 Juli 2026 Perlu Diwaspadai

by Dwi Linda
22/07/2026 7:46 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (22/07/2026) didominasi cerah dan udara kabur di banyak kabupaten/kota. BMKG mengeluarkan peringatan...

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Next Post
Wilfred Zaha dimungkinkan besar bakal turun dalam laga Chelsea vs Crystal Palace nanti malam (3/10)

Chelsea vs Crystal Palace: Pemain yang Jadi Ancaman Barisan Pertahanan Chelsea

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID