MALANG, Tugujatim.id – Pernah kebayang makan mie yamin di atas dek kayu yang dikelilingi air, sambil menikmati semilir angin dan suara gemericik kolam? Di Habbit Eatery, kamu bisa merasakan semua itu. Kafe ini jadi salah satu tempat nongkrong di Malang yang menawarkan pengalaman makan yang tenang dan menyenangkan, cocok buat healing tipis-tipis.
Terletak di Jalan Lawu No. 6, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, HABBIT Eatery menyuguhkan suasana homey dengan sentuhan interior vintage yang Instagramable. Buka setiap hari dari pukul 11.00 hingga 00.00, kafe ini cocok untuk makan siang santai, WFH sore, hingga nongkrong malam bareng teman.
Suasana Nyaman dan Interior Vintage Bikin Betah
Begitu masuk, kamu akan langsung merasakan suasana yang beda. Interiornya bergaya vintage minimalis, dengan sofa empuk dan pencahayaan hangat yang bikin betah berlama-lama. Ditambah dengan area outdoor yang dikelilingi kolam dan pepohonan, tempat ini jadi spot favorit buat yang ingin kabur sebentar dari hiruk-pikuk kota.
Menurut pengunjung dengan username @Manifestasi Aksara, “Kafe dengan suasana homey. Nyaman dan tidak terlalu gaduh. Cocok untuk sekadar nongkrong ataupun mengerjakan tugas. Ada kursi sofanya. Suasana dan interiornya vintage banget.”
Menu Spesial Bandung Kaya Rasa
Salah satu daya tarik utama HABBIT Eatery adalah deretan menu “Special Bandung” yang menggoda. Cocok banget buat kamu yang kangen sama cita rasa khas Jawa Barat. Berikut beberapa menu andalannya:
• Yamin Manis (Rp 35.000) – Mi manis gurih dengan ayam cincang, sambal, jeruk nipis, dan kuah kaldu hangat.
• Yamin Asin (Rp 35.000) – Versi asin dengan rasa lebih ringan dan gurih.
• Bihun Kuah (Rp 30.000) – Bihun lembut dengan ayam suwir dan bawang goreng dalam kuah kaldu ayam.
• Kwetiau Iga Kuah (Rp 35.000) – Perpaduan kwetiau dan iga sapi dalam kuah kaldu yang hangat dan gurih.
BACA JUGA: Vianota Coffee and Space Tawarkan Fasilitas Lengkap Cocok untuk Nongkrong Hingga Work From Cafe
Camilan dan Dessert Bikin Makin Betah
Kalau kamu tipe yang suka ngemil sambil ngobrol, menu camilan di sini juga nggak kalah menarik:
• Banana Fritter (Rp 32.000)
Pisang goreng renyah disajikan dengan es krim, ditaburi gula merah, gula halus, dan kelapa parut. Paduan manis dan gurihnya bikin nostalgia jajanan zaman kecil.
• Es Campur Nusantara (Rp 29.000)
Perpaduan es serut, kelapa muda, alpukat, cincau, dan sirup manis. Cocok buat pelepas dahaga khas tropis.
Minuman Segar, Nama Unik dan Instagramable
Minuman di sini bukan cuma segar, tapi juga fotogenik banget:
• Yellow Submarine (Rp 35.000)
Kombinasi segar antara peach, jeruk, dan soda, ditambah es loli mangga yang nyegerin banget.
• Crush Candy (Rp 35.000)
Perpaduan leci, jeruk, dan air kelapa—minuman ini jadi favorit buat yang cari sensasi tropis.
• Siaoming in the House (Rp 35.000)
Campuran stroberi, jus cranberry, dan jeruk, disempurnakan dengan soda. Rasanya asam-manis dengan kesegaran maksimal.
Minuman-minuman ini bukan cuma enak, tapi juga bisa jadi mood booster. Menurut studi dari Harvard Medical School, mengonsumsi minuman dingin dengan rasa buah dapat membantu meningkatkan fokus dan suasana hati saat dikonsumsi dalam porsi seimbang.
BACA JUGA: 5 Rekomendasi Cafe Nyaman Dekat UM
Tempat Nongkrong Serbaguna: Dari Santai Sampai Produktif
Habbit Eatery bukan hanya tempat makan, tapi juga spot ideal buat kerja remote, rapat santai, atau bahkan kumpul komunitas. Beberapa fasilitas yang bisa kamu nikmati:
• Area indoor dan outdoor yang luas
• Tempat duduk sofa dan kursi kerja
• Free Wi-Fi
• Penerangan yang nyaman buat baca atau kerja
• Spot foto estetik dan Instagramable
Habbit Eatery, Pilihan Nongkrong Ideal di Malang
Kalau kamu cari cafe hits di Malang yang enak buat santai sekaligus produktif, Habbit Eatery adalah tempatnya. Menu beragam, suasana adem, dan view kolam bikin betah berlama-lama.
Mau sendirian, bareng pasangan, atau kumpul komunitas—semua cocok dilakukan di sini. Jadi, kapan kamu mau cobain langsung pengalaman nongkrong asri di tengah kolam ala Habbit Eatery?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Muhammad In’am Chairuzzidan Anwar/ Magang
Editor: Darmadi Sasongko







