PONOROGO, Tugujatim.id – Tren cafe instagramable di Ponorogo, Jawa Timur, kini terus berkembang. Karena itu, ada rekomendasi cafe instagramable Ponorogo yang wajib buat bikin konten!
Kini, semakin banyak tempat nongkrong yang tidak hanya menawarkan cita rasa, tapi juga visual menarik yang cocok untuk konten media sosial. Berikut lima rekomendasi cafe Instagramable Ponorogo yang wajib kamu datangi. Mulai dari Ottys Cafe, Fans Cafe & Resto, Connect Coffee & Eatry, SCBD Sumoharjo Coffee, dan Anagata Coffee.
Baca Juga: Cafe Hidden Gem di Ponorogo, Jarang Orang Tahu!
Cafe Instagramable Ponorogo Cocok Isi Konten Medsos
1. Ottys Cafe
Ottys Cafe dikenal sebagai salah satu spot nongkrong hits di Ponorogo. Desain interiornya mengusung nuansa modern dan cozy dengan dominasi warna pastel dan elemen kayu. Spot foto di setiap sudut membuat tempat ini sangat cocok untuk bikin konten. Jangan lewatkan menu andalan mereka seperti Ottys Signature Coffee dan dessert kekinian.
Lokasi: Jl. Sultan Agung No.76, Sultanagung, Nologaten, Kec. Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur
Instagram: @ottyscafe
2. Fans Cafe & Resto
Fans Cafe & Resto mengusung konsep semi-outdoor yang asri dengan sentuhan taman kecil. Tempat ini cocok untuk kumpul keluarga maupun hangout bareng teman. Banyak pengunjung memanfaatkan pencahayaan alaminya untuk mendapatkan hasil foto yang estetik.
Lokasi: Jl. Sekar Harum, Kec. Ponorogo, Jawa Timur
Instagram: @fansponorogo
3. Connect Coffee & Eatry
Work Form Cafe di Ponorogo merupakan salah satu tempat yang sangat cocok buat kamu yang ingin bekerja sambil nongkrong. Cafe ini menawarkan suasana yang nyaman, baik untuk bekerja dengan laptop, diskusi santai bersama teman, atau sekadar menikmati kopi.
Area indoor dan outdoor yang cukup luas punya daya tarik tersendiri dijadikan sebagai latar konten pekerja. Menu makanan dan minuman yang beragam, termasuk pilihan non-kopi. Cafe ini memberikan vibe yang cocok untuk kamu yang ingin suasana santai namun produktif.
Lokasi: Jl. Ontorejo no 10, Krajan, Kepatihan, Ponorogo
Instagram: @connectcafe.id
4. Sumoharjo Cafe Base District (SCBD)
SCBD Sumoharjo Coffee merupakan salah satu cafe di Ponorogo yang buka dari pagi hingga malam, yaitu pukul 09.00 – 00.00 WIB. Tempat ini cocok dikunjungi oleh siapa saja, baik yang ingin menikmati kopi setelah olahraga maupun yang baru pulang dari kantor.
Menariknya, SCBD.co dikenal sebagai pelopor kopi dalam kemasan kaleng di Ponorogo. Produk ini memungkinkan pelanggan membawa kopi favoritnya ke mana saja secara praktis. Salah satu rasa khas yang ditawarkan adalah kopi kaleng dengan rasa bailey’s, yang menjadi daya tarik tersendiri.
Lokasi: Jl. Urip Sumoharjo No 30, Temenggungan, Mangkujayan, Ponorogo
Instagram: @scbd.co
Baca Juga: Nongkrong Santai di Cafe Murah Ponorogo yang Cozy
5. Anagata Coffee
Anagata Coffee menyuguhkan konsep garden cafe dengan nuansa sejuk dan banyak elemen alam. Meski lokasinya terbilang dekat dari pemukiman, banyak orang baru tahu hidden gem ini.
Anagata Cafe, nyaman dan cocok untuk melepas penat dari kesibukan dan keramaian kota. Suasana yang syahdu terutama saat sore hari, dengan view yang juara, menjadikannya tempat favorit anak-anak senja untuk berkumpul.
Lokasi: Jl. Klampis, RT.03/RW.01, Broto, Kec. Slahung, Ponorogo, Jawa Timur
Instagram: @anagata_coffee
Diketahui, pertumbuhan jumlah cafe Instagramable Ponorogo ini menunjukkan bahwa tren nongkrong kini tidak sekadar soal rasa, tetapi juga tentang pengalaman visual dan atmosfer.
Generasi muda mencari tempat yang estetik, nyaman, dan tentu saja mendukung gaya hidup digital mereka. Bukan cuma warga lokal, pengunjung dari luar kota pun kini mulai tertarik menjelajah Ponorogo dari sisi gaya hidup modern. Tidak heran, berbagai konten dari cafe-cafe ini kerap viral di TikTok maupun Instagram.
Kalau kamu lagi di Ponorogo, sempatkan mampir ke salah satu dari lima cafe instagramable di Ponorogo ini. Siapkan outfit terbaik dan pastikan baterai HP penuh, karena setiap sudut di sini sayang banget kalau nggak diabadikan!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








