MALANG, Tugujatim.id – Laga Pertama Arema FC digelar di Stadion Kanjuruhan, namun berbuah insiden bus Persik Kediri dilempar batu.
Peristiwa terjadi saat bus rombongan pemain dan official menuju tempat penginapan tiba-tiba menerima lemparan batu dari oknum supporter.
Arema FC sendiri dalam laga di kandang tersebut tumbang dengan skor 0-3 oleh Persik Kediri.
Akibat peristiwa tersebut, kaca bus pecah dan pelatih Persik Kediri, Divaldo Alves terluka di kepala. Belum diketahui secara pasti motif pelemparan batu tersebut.
Arema FC menyatakan permintaan maaf atas kelakuan oknum fansnya dalam insiden pelemparan batu pada bus tim Persik Kediri. Keprihatinan mereka gemakan.
“Kami sangat menyesalkan dan meminta maaf sebesar besarnya kepada tim Persik Kediri atas kejadian yang tidak terpuji ini,” kata Erwin Hardiyono, Ketua LOC sekaligus Panpel Arema FC.
Panpel Arema FC menduga bahwa insoden pelemparan batu ke bus Persik Kediri dilakukan oleh oknum yang sengaja ingin memperkeruh suasana dan mencederai kondusifitas yang selama ini tengah dibangun.
Erwin Hardiono berjanji akan mensosialisasikan secara lebih intensif mengenai perlunya menjunjung tinggi sportifitas dan fair play selama memberikan dukungan. Terlepas dari apapun hasil pertandingan, baik di dalam maupun di luar stadion.
BACA JUGA: Arema FC Siap Gelar Laga Kandang di Stadion Kanjuruhan
Security Officer Arema FC, Bram Hady Sulthon menyampaikan bahwa pihak panpel dan presidium Aremania sebetulnya sudah punya persiapan antisipasi hal hal seperti ini. Seperti dengan mengawal tim tamu dan kerjasama dengan kepolisian.
“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah hal ini terjadi dengan melakukan pengawalan. Namun, ada oknum yang melakukan tindakan tidak bertanggung jawab di luar kendali kami,” ucap Bram.
Kini, pihak aparat keamanan yang digaung gaungkan menerjunkan ribuan personel pengaman pertandingan di Stadion Kanjuruhan itu disebut sebut tengah memburu oknum oknum pelemparan batu bus Persik Kediri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M Sholeh
Editor: Darmadi Sasongko








