JEMBER, Tugujatim.id – Erupsi Gunung Raung memunculkan kolom abu setinggi 4.082 Meter di Atas Laut. Berdasarkan laporan yang diterima, aktivitas vulkanik terjadi di Gunung Raung pada hari Kamis, 12 Juni 2025, sekitar pukul 09.18 WIB.
Letusan tersebut menghasilkan semburan material vulkanik yang mencapai ketinggian sekitar 750 meter dari kawah, atau setara dengan 4.082 meter dari permukaan laut.
Benny Setyawan, petugas pemantau dari Pos Pengamatan Gunung Api Raung, melaporkan bahwa data seismograf menunjukkan adanya getaran berkelanjutan yang masih terus berlangsung hingga saat pelaporan dilakukan.
“Hasil pencatatan seismograf menampilkan pola getaran yang tidak terputus, dan kegiatan vulkanik masih aktif ketika pelaporan ini tengah disiapkan,” ujar Benny Setyawan.
Kolom abu berwarna putih hingga kelabu terlihat dengan intensitas sedang hingga tebal.Sedangkan arah semburan abu vulkanik menuju ke timur dan timur laut. Getaran berkelanjutan ini merupakan indikator pergerakan massa batuan cair di dalam perut bumi yang berkaitan dengan aktivitas gunung berapi.
Kondisi gunung berapi ini saat ini ditetapkan dalam tingkat kewaspadaan II. Otoritas setempat mengeluarkan peringatan kepada penduduk sekitar dan wisatawan untuk menjaga jarak aman sejauh tiga kilometer dari area kawah di puncak gunung dan tidak menginap di kawasan kawah.
Respons Darurat dan Pemantauan
BPBD Kabupaten Jember telah mengaktifkan sistem pemantauan darurat dengan mendirikan tiga pos pantau strategis di wilayah Kecamatan Sumberjambe. Tim pemantauan yang terdiri dari sembilan personel melakukan observasi langsung ke lapangan pada pukul 17.30 WIB.
Pos pantau pertama ditempatkan di Desa Gunung Malang, Dusun Gayasan, yang berjarak sekitar 16 kilometer dari kawah. Ketua Destana setempat, Ustadz Muzammil, melaporkan bahwa meski tidak ada tanda-tanda khusus saat ini, sebelumnya terdengar suara gemuruh dari arah gunung.
Beberapa bantuan diluncurkan BPBD, berupa biskuit, masker, hingga matras untuk memfasilitasi pos pantau Gunung Raung. Dua pos pantau tambahan ditempatkan di Desa Jambearum, Dusun Pace, dan Ponpes Asy Syifa, Desa Cumedak, masing-masing berjarak sekitar 17 kilometer dari pusat erupsi.
BACA JUGA: Aktivitas Vulkanik Gunung Raung Meningkat, Abu Menyebar ke Timur Laut
Berdasarkan pemantauan visual, kondisi cuaca berawan membuat kepulan asap sulit diamati secara langsung. Namun, abu vulkanik yang turun masih dalam kategori sangat tipis dan belum terasa signifikan di wilayah Gunung Malang. Aktivitas masyarakat di sekitar lokasi masih berjalan normal dan kondisi dinyatakan aman terkendali.
Upaya pemantauan melibatkan koordinasi antara BPBD Kabupaten Jember, perangkat desa setempat, tim Destana Gunung Malang, berbagai kelompok relawan, Ponpes Asy Syifa, dan masyarakat umum. Tim pemantauan merekomendasikan penyediaan alat komunikasi radio untuk mempercepat koordinasi, mengingat jaringan telepon seluler sering terganggu saat aktivitas vulkanik meningkat.
Gunung Raung yang memiliki elevasi 3.344 meter di atas permukaan laut ini secara geografis terletak di perbatasan tiga kabupaten, yaitu Jember, Banyuwangi, dan Bondowoso. Otoritas akan terus melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan aktivitas erupsi untuk memastikan keselamatan masyarakat sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








