MOJOKERTO, Tugujatim.id – Salah satu ritual penting dalam puncak haji Armuzna (Armuzna) adalah lempar jumrah. Ritual ini dilakukan menggunakan batu kerikil yang dilempar dan harus mengenai objek jumrah dan ke dalam lubang besar di bawah obyek tersebut.
Dengan demikian, terdapat jutaan batu kerikil lempar jumrah di sana. Lantas, bila ritual ini dilakukan oleh jutaan umat Islam, ke mana perginya batu-batu kerikil yang telah dilemparkan ke objek jumrah?
Salah satu jemaah haji asal Kabupaten Mojokerto bernama Moh. Ali Rohmad menuturkan, setiap lubang jumrah terdapat kolam besar di bawahnya. Kolam tersebut terletak sekira 15 meter di bawah objek jumrah.
Baca Juga: Rangkaian Armuzna yang Diikuti Jamaah Haji Mojokerto
“Informasi yang kami gali, ada semacam tempat besar di bawah (objek jumrah), seperti kolam. Kerikil-kerikil yang telah dilempar jemaah itu masuk ke kolam tadi. Ada petugas khusus yang nantinya mengumpulkan dan membersihkan kerikil-kerikil itu untuk pelaksanaan ibadah haji tahun depan, tentunya setelah dibersihkan dan disimpan,” tutur Ali Rohmad, Sabtu (14/06/2025).
Lempar Jumrah Simbol Lawan Bisikan Setan
Sementara, dalam ritual lempar jumrah tahun ini, Ali Rohmad serta jemaah-jemaah lainnya menerima kantong khusus yang berisi kerikil-kerikil.
“Untuk pelaksanaan lempar jumrah, sudah disiapkan oleh syarikah, jemaah tinggal menerima saja dan melakukan lempar (jumrah) sesuai dengan tuntutan,” tandasnya.
Makna lempar jumrah sendiri tidak hanya soal ritual melempar kerikil-kerikil saja. Namun, ibadah ini sekaligus simbol perlawanan terhadap bisikan-bisikan setan yang berusaha sekuat tenaga menyesatkan manusia.
“Itu juga yang dulu dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS ketika setan berusaha membujuk beliau (Nabi Ibrahim AS) dan anaknya yaitu Nabi Ismail AS agar tidak mematuhi perintah Allah SWT,” urai Ali Rohmad.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








