• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Santri di Pajisaji.

Tim psikologi Polres Malang saat kunjungi rumah santri di Kecamatan Wonosari yang diduga menjadi korban penganiayaan, Jumat (11/07/2025). (Foto: Polres Malang)

Polisi-DP3A Malang Dampingi Santri di Pakisaji, Korban Dugaan Penganiayaan Diberi Trauma Healing

Dwi Linda by Dwi Linda
11 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Kasus dugaan penganiayaan yang menimpa santri di Pakisaji,  AZR, 14, mendapatkan perhatian dari Polres Malang serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang.

Santri di Pakisaji korban dugaan dianiaya pengasuh ponpes ini dapat pendampingan psikologi di sebuah pondok pesantren.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Tim psikologi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang telah memberi trauma healing kepada remaja asal Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jumat pagi (11/07/2025).

Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinanjar mengatakan, tim mendatangi rumah korban untuk asesmen awal. Selain itu, korban didampingi untuk pemeriksaan medis di RS Wava Husada, Kepanjen.

“Kami memastikan kondisi korban stabil sebagai langkah awal kami. Tim Psikologi Polres Malang telah memberi trauma healing untuk membantu korban pulih secara mental,” kata Bambang.

Baca Juga: Pengasuh Pesantren di Pakisaji Malang Diduga Aniaya Santri, Kaki Korban Luka-Luka Dipukul Rotan

Dia juga mengatakan, santri di Pakisaji ini alami luka di bagian betis dan tungkai kaki akibat pemukulan yang terekam dalam video dan sempat viral di media sosial. Berdasarkan keterangan awal, dugaan penganiayaan dilakukan oleh salah satu pengasuh pondok pesantren. Diduga korban keluar pondok untuk membeli makanan.

Bambang menegaskan, proses hukum saat ini tetap berjalan. Penyidik dari Unit PPA kini terus mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan korban. Selain itu, pihaknya juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap pihak yang diduga terlibat.

“Penanganan kasus ini berlanjut sesuai prosedur. Kami pastikan semua proses berjalan transparan dan profesional. Polres Malang komitmen terbaik melindungi anak-anak,” tegas Bambang.

DP3A Tanggung Biaya Visum Korban

Sementara itu, Kepala DP3A Kabupaten Malang Arbani mengatakan, pendampingan secara psikologis sudah dilakukan. DP3A Kabupaten Malang juga membantu korban mulai biaya visum et repertum serta visum et psikiatrikum.

“Kami sudah koordinasi dengan UPPA Polres Malang dan RSUD Kanjuruhan,” kata Arbani.

Dia mengatakan, visum untuk jadi barang bukti yang membantu penyelidikan polisi. Hasil visum et psikiatrikum juga untuk dasar pendampingan psikologis.

Diberitakan sebelumnya, pengasuh pesantren berinisial B di Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jatim, ini dilaporkan ke polisi diduga menganiaya santrinya AZR, 14, warga Kecamatan Wonosari. Akibat perbuatan pengasuh pesantren ini, kaki santri di Pakisaji ini luka-luka dipukul rotan.

Awalnya, B diduga menghukum santrinya berupa pukulan di kaki pakai rotan hingga kakinya luka-luka. Pemukulan terjadi saat malam takbiran Iduladha pada Kamis (05/06/2025). Hukuman diberikan pengasuh pesantren di Pakisaji ini karena korban tepergok keluar area pondok untuk membeli makanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Malang hari iniKabupaten Malang hari iniKorban penganiayaan santri PakisajiMalangPenganiayaan santri di Pakisaji
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Satkornas Banser.

Densus 99 Satkornas Banser Soroti Temuan PPATK soal Aliran Dana Bansos ke Terorisme

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID